Vaksinasi Petugas Publik akan Dimulai Minggu Ketiga Februari 2021

Yovie Wicaksono - 8 February 2021
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Foto : (Biro Pers Presiden)

SR, Surabaya – Sebanyak 17.857.157 petugas publik di 34 Provinsi di Indonesia akan mendapatkan vaksin pada minggu ketiga Februari. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memasukan sekitar 5.000 orang wartawan dan pekerja media ke dalam sasaran tahap dua. Saat ini data penerima vaksinasi dalam tahap pengumpulan. 

“Vaksin tahap dua akan keluar dari Bio Farma sekitar minggu ketiga sampai dengan minggu keempat, sebanyak 7 juta vaksin disiapkan untuk program vaksinasi tahap dua,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin pada rapat monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara virtual yang dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Gubernur se-Indonesia, dan Kepala Dinas Kesehatan se-Indonesia, Senin (8/2/2021).

Dijelaskan, untuk mensukseskan program vaksinasi,  Budi Gunadi minta Kepala Daerah untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi kepada Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, dengan target 1,48 juta SDM Kesehatan sudah menerima dosis kedua vaksinasi sebelum 21 Februari 2021. 

Mengenai masa efikasi vaksin, jika secara konservatif diestimasikan 12 bulan, Budi berharap, vaksinasi sejumlah 363 juta suntikan harus diselesaikan dalam 300 hari, agar kondisi kekebalan kelompok (herd immunity) tercapai.  

Selanjutnya, Gubernur diminta untuk mengimbau Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum melaksanakan vaksinasi, agar segera melaksanakan proses vaksinasi dan membuka kesempatan dilaksanakannya vaksinasi susulan pada peserta vaksinasi yang tunda/batal bila kondisi kesehatannya sudah stabil.  

Selain itu, ia meminta Kepala Daerah untuk menghitung kembali stok vaksin, bila diperlukan dapat melakukan relokasi, sehingga penerima vaksin bisa memperoleh 2 dosis vaksin.  

Upaya membangun kepercayaan publik, menurutnya, Pemerintah Daerah diharapkan mampu membangun narasi positif. “Komunikasi publik dengan narasi positif terhadap program vaksinasi sangat penting, untuk membangun kepercayaan publik terhadap program vaksinasi ini,” katanya.  

Pada 5 Februari 2021, BPOM telah mengeluarkan izin pemberian vaksin Sinovac untuk usia lebih dari 60 Tahun. “Vaksinasi pada Nakes berusia di atas 60 tahun dapat segera dimulai,” tegas Menkes.

Adapun metode pelaksanaan vaksinasi tahap dua, yaitu berbasis Faskes (Pemerintah dan swasta), Institusi (TNI, POLRI, perkantoran dan seterusnya), vaksinasi massal di tempat dan vaksinasi massal bergerak. Tujuannya, untuk akselerasi cakupan vaksinasi. 

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan pihaknya sangat mendukung upaya percepatan program vaksinasi ini. “Peran Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota berkoordinasi dengan Forkopimda kami minta untuk membuat rencana aksi distribusi vaksin di daerahnya masing-masing,” tegasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.