Usia 90 Tahun, Soendari Berbagi Resep Tidak Pikun

Yovie Wicaksono - 3 October 2020
Ray Siti Soendari Jonosoepoetro (kiri) bersama Pinky Saptandari, putri ketujuh Soendari. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Berada di usia senja dan masih memiliki ingatan kuat alias tidak pikun adalah hal yang luar biasa. Seperti halnya RAy Siti Soendari Jonosoepoetro (90) asal Surabaya.

Perempuan yang memiliki 12 anak, 31 cucu, 33 cicit, dan 1 canggah ini masih mengingat dan mengenali anggota keluarganya yang jumlahnya 90 orang.

Kepada Super Radio, Soendari berbagi resep yang membuat ingatannya masih tajam hingga saat ini. Dikatakan, kebiasaan membaca dan mengisi teka teki silang (TTS) dalam kesehariannya, turut merawat daya ingatnya.

“Banyak membaca sama ngisi TTS itu bisa bikin hati senang, pengetahuan juga bertambah,” ujar Soendari.

Kebiasaan membaca dan mengisi TTS ini telah dilakoni Soendari sejak masih muda. Bahkan, putra putrinya terpaksa membatasinya ketika sudah mengisi TTS, lantaran tak jarang menjadi lupa waktu karena saking asyiknya berkutat dengan TTS.

Selain itu, Soendari juga senang menulis, terutama terkait pitutur-pitutur yang kemudian kumpulan pitutur tersebut dibukukan dan dibagikan kepada anak cucunya sebagai pengingat dan pedoman hidup.

“Belajar itu pokoknya dengan senang hati biar masuk betul. Tapi kalau aras-arasen emboh sak karepe. Nggak mungkin kamu bisa. Untuk diri sendiri ya try to be the best. Urip iku enak, nggak enak, mbok atur dewe,” ujar Soendari.

Menariknya, Soendari juga piawai berbahasa asing, seperti bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Prancis, hingga bahasa Inggris.

Disamping daya ingatnya yang masih tajam, Soendari juga tak pernah mengeluh perihal kesehatan. Bahkan, tak pernah sampai menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Hanya pendengaran ibu yang sudah berkurang, kemudian gigi juga sudah tanggal karena memang faktor usia. Untuk kesehatan, secara keseluruhan ibu tidak mengalami masalah,” ujar Pinky Saptandari, putri ketujuh Soendari.

Resep lainnya yang diberikan oleh Soendari adalah selalu berpikiran positif. “Ibu selalu mengajarkan kami agar selalu berpikiran positif dan tidak pernah mengeluh sejak usia dini,” ujar Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur ini.

Pinky mengatakan, dari sosok ibunda, ia bersama saudara lainnya juga belajar tentang kepedulian, khususnya kepada yang membutuhkan, serta guyub rukun tanpa membeda-bedakan antara satu dengan lainnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.