Unik! Tradisi Keresan Mojokerto Jadi Rebutan Berkah Maulid
SR, Mojokerto — Ratusan warga memadati halaman Masjid Darussalam, Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, untuk mengikuti Tradisi Keresan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).
Dalam tradisi yang digelar setahun sekali itu, warga memperebutkan beragam barang dan hasil pertanian yang digantung di dua pohon keres atau kersen (Muntingia calabura) yang tumbuh di pelataran Masjid Darussalam.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Berdasarkan pantauan Kompas.com, ratusan orang telah memadati halaman masjid sebelum pukul 09.00 WIB, meski puncak Tradisi Keresan baru dijadwalkan sekitar pukul 11.00 WIB.
Salah satu peserta adalah Sugiono (41), warga Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Ia rela datang ke Sooko untuk ikut memperebutkan aneka barang yang digantung di pohon kersen.
Sugiono mengaku rutin mengikuti Tradisi Keresan setiap tahun. Kali ini, ia mengajak istri dan anaknya untuk menyaksikan sekaligus mengikuti tradisi tersebut.
Ketua Panitia Tradisi Keresan Desa/Kecamatan Sooko Saiful Alam mengatakan, tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun sejak zaman leluhur masyarakat Dusun Mengelo. Tradisi Keresan digelar setahun sekali sebagai bagian dari puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Saiful, tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur dan kegembiraan masyarakat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rasa syukur itu diwujudkan dengan membagikan berbagai barang secara gratis kepada masyarakat.
Saiful menjelaskan, pemilihan pohon kersen dalam tradisi tersebut juga memiliki makna tersendiri. Pohon kersen dikenal memiliki daun dan buah yang melimpah sehingga masyarakat berharap keberkahan dan rezeki mereka juga melimpah.
Berbagai barang dan hasil pertanian yang digantung di pohon dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat Dusun Mengelo. ”Kepada masyarakat Mengelo seluruhnya, yang sudah sumbangsih ke acara Maulid Nabi tahun ini saya ucapkan banyak terima kasih. Yang digantung ini sumbangan dari masyarakat, berupa kaos, topi, sandal, hasil kerajinan masyarakat Mengelo,” kata Saiful Alam. (*/red)
Tags: Maulid Nabi, mojokerto, superradio.id, tradisi keresan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





