Umat Hindu Jawa Timur Gelar Ruwatan Murwokolo di Pura Kerta Bumi Gresik

Rudy Hartono - 14 September 2025
Pandita asal Kota Malang memimpin ritual doa dikelilingi peserta kirab budaya di Punden warga Bongso Wetan yakni Punden “Mbah Buyut Marning”, Sabtu (13/9/2025). Pura Kerta Bumi Gresik. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Gresik – Sekira ratusan umat hindu dari 7 wilayah Jawa Timur mengikuti upacara ruwatan Murwokolo di Pura Kerta Bumi Gresik, Sabtu (13/9/2025).  Kegiatan dimulai sejak Jumat (12/9/2025) malam dengan ritual di punden Bongso Wetan. Berlanjut di sabtu pagi dengan rangkaian kegiatan.

Mulai dari pawitan berdoa pada Sang Hyang Widi, penyembelihan ayam sebagai simbol pengorbanan sifat-sifat dan energi negatif, dan dilanjutkan dengan kirab budaya hingga berbagai pertunjukan seni.

Rohaniawan memberikan air suci kepada peserta kirab budaya menuju Punden warga Bongso Wetan yakni Punden “Mbah Buyut Marning”, Sabtu (13/9/2025). Pura Kerta Bumi Gresik. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Bukan tanpa alasan. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Gresik, Kusno menyebut, kegiatan itu bertujuan untuk membersihkan diri, alam semesta dari energi-energi buruk. Menjaga keseimbangan alam, manusia, dan semesta.

“Kita pilih puncak hari sabtu itu ada hitung hitungannya dewasa ayu hari baik untuk menyelenggarakam acara. Kita pilih hari ini sebagai kebersamaan cinta kasih bahkan sampai jam nya pun ditentukan supaya semua senang tidak ada gejolak,” ucapnya.

Seluruh peserta kirab nusantara, pemuka agama hindu, tokoh masyarakat, peserta kirab membaur mengelilingi Punden “Mbah Buyut Marning” melakukan doa untuk upacara Murwokolo di  Gresik, Sabtu (12/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Kegiatan ini, lanjutnya, juga sekaligus mendoakan keselamatan negeri dari segala hal buruk yang terjadi. “Karena kita sebenarnya untuk mencari keseimbangan alam, manusia, dan alam semesta,” ujarnya.

Acara juga sengaja dipadukan dengan ragam budaya guna menguyubkan harmoni antar daerah. Terbukti kegiatan berakhir meriah. Masing-masing daerah mulai dari Kediri, Nganjuk, Malang, hingga Banyuwangi menampilkan pertunjukan seni budaya tradisional terbaik mereka.

Membentuk generasi muda yang handal, kompeten, namun tak melupakan leluhur. “Harapannya endingnya kita akan buat satu pola bahwa generasi muda di indonesia jadi generasi yang handal kompeten tapi tidak melupakan leluhur,” sebutnya.

Para pemangku adat dan peserta kirab berfoto di pembukaan upacara Murwokolo di pelataran Pura Kerta Bumi Bongso Wetan, Gresik, Sabtu (13/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Sementara itu, Perkawilan Pura Kerta Buwana Giri Wilis, Nganjuk, Mangku Damri turut memberi penjelasan. Ia mengatakan upacara Murwokolo memiliki makna mendalam. Murwo berasal kata purwo yakni awal, sedangkan kolo memiliki arti waktu. Sehingga Murwokolo berarti menetralisir sang waktu untuk menetralkan energi negatif.

“Daerah ini punya ‘sandi’ artinya punya rahasia sastra sejarah namanya Bongso Wetan yang merupakan orang madura, bersandingan dengan bongso kulon yang merupakan orang jawa,” jelasnya.

“Artinya kita adakan upacara supaya memberikan kesadaran ke anak bangsa agar selalu ingat dengan kekayaan bangsanya, kearifan lokal, karena modal untuk bersatu dan maju dimulai dari budaya. Ini contohnya (kirab nusantara murwoko -Red) dari banyak daerah bisa jadi satu,” tandasnya. (hk/red)

 

 

 

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.