Umat Hindu Jawa Timur Gelar Ruwatan Murwokolo di Pura Kerta Bumi Gresik
SR, Gresik – Sekira ratusan umat hindu dari 7 wilayah Jawa Timur mengikuti upacara ruwatan Murwokolo di Pura Kerta Bumi Gresik, Sabtu (13/9/2025). Kegiatan dimulai sejak Jumat (12/9/2025) malam dengan ritual di punden Bongso Wetan. Berlanjut di sabtu pagi dengan rangkaian kegiatan.
Mulai dari pawitan berdoa pada Sang Hyang Widi, penyembelihan ayam sebagai simbol pengorbanan sifat-sifat dan energi negatif, dan dilanjutkan dengan kirab budaya hingga berbagai pertunjukan seni.

Bukan tanpa alasan. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Gresik, Kusno menyebut, kegiatan itu bertujuan untuk membersihkan diri, alam semesta dari energi-energi buruk. Menjaga keseimbangan alam, manusia, dan semesta.
“Kita pilih puncak hari sabtu itu ada hitung hitungannya dewasa ayu hari baik untuk menyelenggarakam acara. Kita pilih hari ini sebagai kebersamaan cinta kasih bahkan sampai jam nya pun ditentukan supaya semua senang tidak ada gejolak,” ucapnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga sekaligus mendoakan keselamatan negeri dari segala hal buruk yang terjadi. “Karena kita sebenarnya untuk mencari keseimbangan alam, manusia, dan alam semesta,” ujarnya.
Acara juga sengaja dipadukan dengan ragam budaya guna menguyubkan harmoni antar daerah. Terbukti kegiatan berakhir meriah. Masing-masing daerah mulai dari Kediri, Nganjuk, Malang, hingga Banyuwangi menampilkan pertunjukan seni budaya tradisional terbaik mereka.
Membentuk generasi muda yang handal, kompeten, namun tak melupakan leluhur. “Harapannya endingnya kita akan buat satu pola bahwa generasi muda di indonesia jadi generasi yang handal kompeten tapi tidak melupakan leluhur,” sebutnya.

Sementara itu, Perkawilan Pura Kerta Buwana Giri Wilis, Nganjuk, Mangku Damri turut memberi penjelasan. Ia mengatakan upacara Murwokolo memiliki makna mendalam. Murwo berasal kata purwo yakni awal, sedangkan kolo memiliki arti waktu. Sehingga Murwokolo berarti menetralisir sang waktu untuk menetralkan energi negatif.
“Daerah ini punya ‘sandi’ artinya punya rahasia sastra sejarah namanya Bongso Wetan yang merupakan orang madura, bersandingan dengan bongso kulon yang merupakan orang jawa,” jelasnya.
“Artinya kita adakan upacara supaya memberikan kesadaran ke anak bangsa agar selalu ingat dengan kekayaan bangsanya, kearifan lokal, karena modal untuk bersatu dan maju dimulai dari budaya. Ini contohnya (kirab nusantara murwoko -Red) dari banyak daerah bisa jadi satu,” tandasnya. (hk/red)
Tags: gresik, hindu, murwokolo, pura kerta bumi, Ruwatan, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





