Ubah Koran Bekas Era Soeharto jadi Karya Kolase

Yovie Wicaksono - 11 November 2019
Seorang pengunjung sedang berfoto selfie dengan karya Sugiharto Siho yang berjudul “Seikat Kembang Merah” (pojok kanan). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Perupa asal Bojonegoro, Sugiharto Siho mengubah koran bekas menjadi sebuah karya seni, berupa kolase koran bekas yang dihadirkan dalam November Art #5 bertajuk Gerak Rupa di Jalan Darmokali 14 – 16 Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/11/2019).

Pria yang akrab disapa Siho ini mengatakan, alasannya menggunakan koran bekas dalam karya yang diberi nama “Seikat Kembang Merah” ini karena dirinya ingin membuat karya yang berbeda dari biasanya.

“Saya mencoba ingin membuat karya yang beda dari karya-karya saya dahulu,” ujarnya.

Koran bekas yang digunakan Siho dalam karyanya merupakan koran di era Presiden Soeharto yang didapatkannya dari pintu kamar kos miliknya.

“Saya kebetulan memakai koran di era Pak Presiden Soeharto, dan koran bekas itu saya dapat dari pintu kamar kos yang mau di renovasi,” imbuhnya.

Waktu yang dibutuhkan dalam membuat karya tersebut sebenarnya tidak lama. Waktu terlama adalah saat mencari bahan koran bekas yang warnanya sesuai dengan obyek karyanya.

Tak seperti biasanya, dalam karyanya kali ini Siho mengaku sangat menikmati setiap prosesnya.

“Biasanya saya membuat karya selalu puas di hasil akhir saja. Namun karya yang sekarang saya nikmati prosesnya dari awal hingga akhir,” katanya.

Siho mengatakan, dalam karya tersebut ia mendapatkan ide dari salah satu syair lagu Ebiet G Ade yang berjudul Elegi Esok Pagi yang kemudian dituangkan dalam karyanya dengan tehnik kolase.

“Bisa dikatakan karya saya di mulai dari cerita atau syair lagu Ebiet G Ade yang merupakan penyanyi idola saya sejak kecil, lalu saya tuangkan sebagai kolase,” ujarnya.

“Siapapun kalau melihat karya saya ini coba sambil mendengar lagu Elegi Esok Pagi. Jelas nanti akan merasakan bahwa lukisan saya menyatu dengan lagu tersebut,” imbuhnya sambil tertawa.

Sekedar informasi, November Art #5 bertajuk Gerak Rupa ini digelar sejak Minggu 10 – 30 November 2019 yang menampilkan beragam karya seni rupa 34 anggota Koperjati dari berbagai daerah di Jawa Timur, sesuai dengan gaya dan aliran masing-masing. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.