Titik Panas Masih Terdeteksi di Indonesia dan Beberapa Negara ASEAN

Yovie Wicaksono - 7 September 2019
Logo BMKG

SR,  Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk terus mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Indonesia khususnya Sumatera dan Kalimantan.  

BMKG telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 3.649 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara. 

“Hasil monitoring BMKG, terdapat juga jumlah titik panas di berbagai wilayah ASEAN dengan trend naik,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo,  Sabtu (7/9/2019).

Dikatakan, terpantau mulai tanggal 27 Agustus 2019, sebanyak 95 titik naik menjadi 266 titik hingga pada 30 Agustus 2019. Kemudian meningkat lagi menjadi 381 titik pada 1 September 2019 dan kembali naik menjadi 787 titik pada 4 September 2019. 

“Lokasi dari titik panas tersebut diantaranya berada di wilayah Indonesia (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan), juga terdeteksi di Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, dan Timor Leste,” kata Mulyono.

Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, kondisi massa udara diatas wilayah Indonesia masih relatif kering sehingga menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah yang dilewati. 

Adapun beberapa wilayah di Indonesia yang dalam sepekan kedepan diprakirakan akan mengalami hujan sedang-lebat antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau bagian Utara, Kalimantan Utara, dan Papua.

“Oleh karena itu,  kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan, dan di satu sisi tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir di wilayah yang berpotensi hujan lebat,” kata Mulyono. (ns/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.