Target UT 2029 Layani 1 Juta Mahasiswa Lewat Kuliah Online

Rudy Hartono - 12 October 2026
Prof. Ali Muktiyanto Rektor Universitas Terbuka (UT) bersama Prof. Suparti Direktur UT Surabaya di Graha Unesa, Surabaya, Minggu (11/10/2026). (net)

SR, Surabaya – Universitas Terbuka (UT) menargetkan mampu melayani minimal satu juta mahasiswa pada akhir 2029, dengan memperluas akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh dan penguatan layanan digital.

Prof. Ali Muktiyanto Rektor UT mengatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya UT meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas utama mereka.

“Di akhir 2029, kita akan memantaskan diri melayani minimal satu juta mahasiswa,” katanya saat berada di Surabaya, pada Minggu (11/10/2026).

Ali menegaskan, peningkatan jumlah mahasiswa harus diikuti dengan kualitas lulusan yang memiliki integritas, kompetensi, dan reputasi baik di masyarakat, karena menurutnya kampus tidak cukup hanya mengajak masyarakat bergabung, tetapi juga harus membuktikan kualitas pendidikan yang diberikan.

“Ini tentu saja harus dibuktikan bukan sekadar merayu masyarakat untuk bergabung di UT, tapi yang paling penting adalah membuktikan,” ucapnya.

Ali menambahkan bahwa UT juga menargetkan dapat melayani 2,5 juta mahasiswa pada tahun 2045 sejalan dengan upaya memperluas kesempatan masyarakat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut juga sudah mengembangkan layanan sepenuhnya digital melalui UT Jakarta 2, mulai dari pendaftaran hingga layanan akademik secara daring, sehingga mahasiswa dapat merancang pengambilan mata kuliah secara mandiri melalui sistem kredit semester, dengan target penyelesaian pendidikan sarjana dalam delapan semester.

Melalui layanan tersebut, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang berkesempatan menempuh pendidikan tinggi untuk meningkatkan kompetensi dan kontribusi dalam pembangunan nasional.

Sementara itu, Prof. Suparti Direktur UT Surabaya mengatakan bahwa penerapan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh memungkinkan layanan UT menjangkau mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Meskipun layanan langsung UT Surabaya mencakup 18 kabupaten/kota, ia mengatakan bahwa mahasiswa yang mendaftar melalui UT Surabaya tersebar di 118 kabupaten/kota. Bahkan, terdapat mahasiswa dari Aceh yang memilih mendaftar melalui UT Surabaya karena mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.