Surplus Hewan Kurban, Khofifah Optimis 2025 Jatim capai Kedaulatan Pangan
SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku optimis provinsi yang ia pimpin akan menuju kedaulatan pangan.
Bukan tanpa alasan, hal tersebut diungkapkan usai tercatat beberapa komoditas pangan mengalami surplus. Pertama, pada pasokan hewan kurban.
Khofifah menyebut pasokan sapi jelang Idul Adha 2025 surplus sekira 500 ribu lebih. Lalu kambing surplus di angka 526 ribu ekor, dan kerbau di angka 177 ribu ekor. “Artinya provinsi lain yang butuh hewan kurban sehat, datanglah ke Jatim,” sebutnya, saat memberi sambutan di pembukaan Pakasi 2025 di Royal Plaza Surabaya, Kamis (29/5/2025).
Selanjutnya produktivitas tebu juga surplus. Jika rata-rata nasional 1 hektar tanaman tebu menghasilkan 5 ton gula, di Jatim dengan luas yang sama bisa menghasilkan 20 ton gula. Bahkan bahan pokok seperti beras juga di ekspor ke Malaysia dan Korea Selatan.
“Kalau ini maksimal maka tahun ini kita bisa swasembada gula, swasembada beras motornya adalah provinsi jatim. Sekarang permintaan beras dari malaysia,korea selatan dan pemasoknya dari petani di jatim,” ujarnya.
Tak hanya itu, data 2024 mencatat jumlah desa mandiri di Jatim juga menjadi yang tertinggi se nasional. Dengan total 4.019 desa. Meningkat 43,54 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 2.800 desa.
“Jatim sudah bersiap menuju kedaulatan pangan karena sektor kita naik signifikan. Padi kita dari 2020 produktivitas selalu tertinggi diantara semua probinsi se indonesia. NTP 130an insya Allah kesejahteraan petani di jatim makin hari makin meningkat,” tuturnya.
Tak berpuas hati, capaian ini akan terus ditingkatkan dengan menggandeng pihak terkait. Salah satunya Polteknik STAN guna mendorong kesejahteraan dan transparansi Bumdes di 38 Kabupaten/kota se-Jatim. “Kemandirian desa harus berseiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan desa,” jelasnya.
“Misi dagang 8 mei yang lalu di Kalimantan Timur, selama kami menjabat gubernur, kita lakukan misi dagang dan pecah telur tembur 1 triliun 43 milyar,” imbuhnya.
Menyambung hal tersebut, Direktur Polteknik STAN Evy Mulyani mengaku siap mendukung program pemerintah provinsi Jatim. Terlebih, sejak 2021 pihaknya telah pemda dan menghasilkan pelatihan intensif untuk 718 Bumdesa. Menguatkan akselerasi tranparansi, mendorong peningkatan ekonomi lokal, mandiri dan berdaya.
“Terima kasih pada Pemprov Jatim yang telah mempercayakan kami untuk kontribusi disini. Ini wujud komitmen Jatim membangun ekonomi kerakyatan pada ketahanan pangan sebagai kemandirian daerah,” ucapnya saat memberi sambutan. (hk/red)
Tags: Jawa Timur, Kedaulatan pangan, khofifah, Padi, sapi, superradio.id, surplus, tebu
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





