SPPG Tembok Dukuh Surabaya Ditutup Sementara Imbas 200 Siswa Keracunan MBG

Rudy Hartono - 12 May 2026
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat diwawancarai awak media usai meninjau SPPG produsen MBG yang diduga menyebabkan siswa keracunan, Senin (11/5/2026). (net)

SR, Surabaya  – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, ditutup sementara setelah ratusan siswa diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur (Jatim), Teguh Bayu Wibowo menyebut, pihaknya masih melakukan evaluasi terkait keracunan massal tersebut. Karena itu, pihaknya menutup sementara SPPG penyalur MBG tersebut. “Kami akan evaluasi dahulu. Kami tindaklanjuti, setelah itu kami masih tutup dulu dapur ini sementara waktu,” ujar Teguh, Senin (11/5/2026).

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla mengatakan, pihaknya langsung menghentikan penyaluran MBG setelah mendapat informasi adanya ratusan siswa di 12 sekolah yang mengalami keracunan. “Saya (mengisi MBG) di 13 sekolah begitu, 3.020 porsi, tapi hari ini kita hanya mendistribusikan 2.000 sekian,” kata Chafi, saat berada di SPPG Tembok Dukuh, Senin.

Saat ini, kata Chafi, SPPG yang beroperasi sejak 2 Februari 2026 tersebut ditutup sementara. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel menu MBG yang disalurkannya. “Saat saya menerima informasi bahwa ada sekolah yang keracunan langsung saya setop (distribusi). Belum (ada laporan dari ibu hamil), karena hari ini kita enggak mengirim ke sana seperti itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg. Tyas Pranadani mengatakan, ada sekitar 200 siswa dari 12 sekolah yang mengalami keracunan MBG. ​“Sejauh ini yang kita dapatkan datanya hampir 200 siswa. Hampir semua sudah kami tangani,” kata Tyas ketika berada di Rumah Sakit Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya, Senin.

“Ada beberapa sekolah dari satu SPPG itu memang semua dikirimi makanan ini mengeluh, hampir semuanya mengeluh. Jadi total itu sekitar 12 sekolah yang di dapur sama,” tambahnya.

Tyas menyebut, ratusan siswa yang masih duduk di bangku TK, SD, SMP di kawasan Tembok Dukuh tersebut, mengalami sejumlah gejala keracunan usai mengonsumsi MBG. “Gejalanya mual dan muntah kebanyakan sih, jadi pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG. Jadi ada yang dibawa ke RS IBI mungkin kurang lebih 100-an,” ucapnya.

Wali Wali Kota Surabaya, Armuji, sudah mendatangi SPPG tersebut. Armuji menyebut, SPPG itu beroperasi sesuai standar. “Jadi kalau kita melihat dari seluruh kondisi, baik itu persyaratan, kitchen-nya, penyimpanan makanan, pencucian omprengnya, tadi lihat tadi bersih semua ya,” kata Cak Ji di SPPG Tembok Dukuh, Bubutan, Senin. (*/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.