Serap Aspirasi, Dito Blusukan ke Pasar

Yovie Wicaksono - 30 October 2020
Serap Aspirasi, Dito Blusukan ke Pasar. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono kembali blusukan ke pasar tradisional. Kali ini pemuda yang  akrab disapa Dito ini memilih untuk mengunjungi Pasar Tradisional Sambi Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Setibanya di pasar, pemuda berusia 28 tahun ini menyapa langsung para pedagang. Satu persatu Dito datangi setiap lapak dan mendengarkan keluh kesah pedagang disana.

“Persoalan yang mereka hadapi saat ini adalah pengolahan sampah. Tadi saya tanya, lalu pengolahan sampah bagaimana, apakah sudah ada tempatnya apa belum? ternyata ada lokasi sawah yang sudah disediakan. Artinya nanti perlu dipikirkan bersama secara matang, bagaimana dibuatkan pengolahan sampah ditempat tersebut,” ujar Dito, Jumat (30/10/2020).

Menurutnya, tempat pengolahan sampah yang baik, harus dipisahkan antara sampah organik dan non organik. Mana sampah yang gampang terurai dan sulit diurai. “Harus mulai dipisah-pisahkan, tidak bisa dijadikan satu terus dibakar begitu saja nggak bisa,” tandasnya.

Dito menilai jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Tradisional Sambi Ringinrejo sangat banyak. Mereka berjualan secara bergiliran sesuai ketentuan waktu yang telah disepakati.

“Pertama saya tanyakan jumlah pedagang di sana berapa, jadi jam 02.00 – 06.00 WIB itu ada 600 pedagang. Terus jam 07.00 WIB sampai siang ada 250 pedagang, terus sore ada sekitar 100 pedagang.  Artinya jumlah pedagangnya cukup banyak sekali,” katanya.

Sekedar informasi, dalam agenda kampanye hari ini, selain blusukan ke pedagang Ringinrejo, Dito juga mendatangi desa wisata dan sentra budidaya ikan di Kecamatan Ringinrejo.

Selama beberapa  minggu melaksanakan giat kampanye blusukan di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri, pasangan dari Dewi Maria Ulfa dalam Pilbup Kediri  2020 tersebut mengaku mendapatkan hikmah.

“Sebenarnya hikmahnya satu, kepala daerah harus sering turun ke bawah. Sudah itu saja, karena dengan sering turun ke bawah bisa tahu persoalan-persoalan. Mulai dari persoalan yang tingkat kesulitannya rendah sampai yang kompleksitasnya tinggi,” tandas Dito. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.