Senam Sehat di bawah Bendera Sepanjang 1,3 Kilometer

Yovie Wicaksono - 16 August 2020
Senam Sehat di bawah Bendera Sepanjang 1,3 Kilometer. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, warga Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, menggelar senam sehat di bawah bendera merah putih sepanjang 1,3 kilometer (km) dan lebar 62 centimeter (cm) yang terbentang di sepanjang kampung Dukuh Karangan RT 04 RW 03 pada Minggu (16/8/2020) sore.

Kusnan Hadi sebagai penggagas mengatakan, di tengah situasi pandemi ini, acara kumpul-kumpul dan lomba yang biasanya digelar tiap hari kemerdekaan ditiadakan. Sebagai gantinya, warga menggelar senam sehat.

Adapun senam sehat yang melibatkan puluhan warga ini bertujuan melawan Covid-19.

“Ada senam sehat corona juga tetapi tetap menjaga jarak satu sama lain,” ujar Kusnan.

Setelah senam sehat, warga setempat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dan diakhiri dengan pesta polo pendem.

“Polo pendem ini sama dengan doa yang ada di tanah, kita makan, kita berdoa agar pandemi bisa berakhir. Polo pendem adalah makanan yang ada di dalam tanah, makanan tradisional, agar kita lebih mencintai tanah air, makan ini juga bisa lebih menyehatkan,” tandasnya.

Ketua RT 04 RW 03 Dukuh Karangan, Rianton mengatakan, kegiatan ini hasil gotong royong warga, dimana untuk proses penjahitan bendera, membutuhkan waktu sekira dua minggu yang dimulai sejak awal Agustus dengan melibatkan 5 sampai 6 warga yang menjahitnya. Kemudian untuk pemasangannya membutuhkan waktu hingga tiga hari dengan durasi tiap harinya sekira 2 jam yang melibatkan warga dan Karang Taruna.

“Ini hasil gotong royong warga. Mulai dari pendanaan, proses penjahitan dan pemasangan bendera, hingga proses masak polo pendem ini gotong royong,” ujar Rianton.

Dalam menggelar kegiatan tersebut, pihaknya telah meminta izin Kepolisian, Satpol PP, hingga RW.

Anggota DPRD Jawa Timur Armuji yang turut hadir, mengapresiasi kegiatan tersebut dan terus mengingatkan warga setempat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, mengingat hingga kini Covid-19 masih ada.

“Ini adalah bentuk kegotong royongan di tengah pandemi, warga masih bisa memperingati kemerdekaan dengan cara-cara yang ada. Kita masih bisa membentangkan bendera ini dengan gotong royong untuk mengingatkan semangat 17 Agustus. Kalau dulu kita melawan penjajah, sekarang kita harus bisa melawan virus corona,” tandas Armuji. (fos/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.