Sekira Seribu Warga Lidah Wetan Napak Tilas “Sawunggaling” Sejauh 13 Kilometer

Rudy Hartono - 22 September 2024
Dokumentasi Napak tilas 2023 sosok pemeran Joko Berek mengapit ayam jago bersama ratusan warga Kelurahan Lidah Wetan. (foto:Istimewa)

SR, Surabaya – Warga Kelurahan Lidah Wetan, Surabaya,  menggelar napak tilas “Babat Alas Suroboyo” yang mengambil sepenggal perjalanan hidup dari tokoh legendaris Joko Berek yang kemudian dianugerahi gelar Sawunggaling, Minggu (22/9/2024), siang.

Diperkirakan ada sekira 1.000 orang terlibat dalam napak tilas sejauh 13 kilometer, dengan rute dari makam Raden Sawunggaling di Jalan Lidah Wetan Gang III Surabaya hingga finish di Balai Kota Surabaya.

“Napak tilas kali ini menelusuri perjalanan Joko Berek menuju kediaman ayahanda Jayengrono III. Kediaman ayah beliau, ya sekarang yang menjadi Balai Kota Surabaya,”kata Andi Bocor, penanggung jawab acara sedekah bumi Kelurahan Lidah Wetan  bertemakan “Sembrani Bumi Nusantara” di sela talk show di studio Super Radio, Jumat (20/9/2024) malam.

Lebih lanjut dikatakan Andi kalau start napak tilas dilakukan di areal makam Sawunggaling pada jam 14.00 WIB dan diperkirakan finish di Balai Kota Surabaya pada pukul 18.00 WIB.

“Acara ini didukung Wali Kota Surabaya, pak Eri Cahyadi, insyaAllah beliau akan berperan serta di acara tersebut, bahkan pak Eri juga berkomitmen untuk mentradisikan sedekah bumi Sembrani Bumi Nusantara, setiap tahunnya,” ungkap Andi yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lidah Wetan.

Dijelaskan Andi, dalam napak tilas sejauh 13 kilometer itu akan ada adegan drama atau teatrikal yang akan dipertontonkan di enam titik sepanjang rute napak tilas. Enam titik itu:

  1. Start di areal makam Sawunggaling, akan ada gelar tari remo massal yang akan diikuti kurang lebih 1.000 penari remo. Ini menandai pembukuaan atau pemberangkatan napak tilas. Sebelum berangkat, aktor yang memperagakan Joko Berek akan berpamitan mohon doa restu kepada yang memerankan sosok ibu dari Joko Berek.
  2. Pos kedua di Pendopo Kelurahan Lidah Wetan. Di pos ini Joko Berek akan disambut ratusan orang, yang memberi semangat dan mendoakan agar misi Joko Berek terkabul.
  3. Pos ketiga di Pendopo Kelurahan Wiyung. Di sini ada teatrikal penghadangan yang akan ada atraksi sendratari
  4. Di area Terminal Joyoboyo-Wonokromo. Di masa lampau di daerah Wonokromo ini terdiri hutan belantara yang lebat yang menyeramkan. Bahkan disebut sebut, mereka yang memasuki hutan Wonokromo dipastikan tidak akan bisa keluar alias mati. Konon di hutan itu, Joko Berek bertemu 2 mahluk ganas yang disebut Satar dan Satir. Di area itu terjadi perkelahian yang sengit yang dimenangkan Joko Berek.
  5. Pos kelima di Jalan Sawunggaling, Kelurahan Dr Soetomo Surabaya. Di lokasi itu pemeran Joko Berek akan berhenti di sebuah mata air yang dulu dinamakan “Sumber Panguripan” (sumber kehidupan).
  6. Finish di Balai Kota Surabaya. Joko Berek disambut ayahanda yang rencananya diperankan oleh Wali Kota Eri Cahyadi. “Pak Eri akan peragakan sodoran dan juga ada penyampaian maklumat,” kata Andi.  Selain itu juga dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan juga ada aneka kulineran jajan lawas oleh UMKM di pelataran Balai Kota Surabaya.

Dalam kesempatan ini, Andi juga meminta maaf kepada warga masyarakat pengguna jalan raya karena napak tilas babat alas Suroboyo mungkin menghambat kelancaran perjalanan warga. “Prinsipnya kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk kelancaran lalu lintas sepanjang rute napak tilas. Kami juga telah menyiapkan tim medis bagi peserta yang ada kendala saat perjalanan dari start ke garis finish,” pamit Andi. (ton/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.