Sejarawan Unair Terlibat Revitalisasi Kawasan Eropa Kota Lama Surabaya

Rudy Hartono - 20 June 2024
Suasana Kota Tua Surabaya saat senja tampak pengunjung sedang jalan-jalan atau berfoto ria. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga Prof Dr Purnawan Basundoro SS MHum terlibat langsung dalam revitalisasi Kota Lama Surabaya, khususnya  Kawasan di jalanan Rajawali Surabaya yang kala itu dipenuhi dengan bangunan-bangunan bernuansa Eropa terkait aktivitas kolonial Belanda pada masanya.

Saat memberi masukan, Purnawan menyarankan untuk memertahanan bangunan, gaya bangunan dan coraknya agar tetap terjaga aspek kebudayaannya. Di masanya, sekitar abad ke-18, jalan Rajawali merupakan kawasan untuk pejabat kolonial, terdapat aktivitas mulai pemukiman, perkantoran seperti kantor presiden, polisi, hingga kantor militer.

“Sebagai akademisi, kami memberikan advice atau masukan-masukan yang terkait dengan pemertahanan bangunan, gaya bangunan dan sebagainya, agar tetap terjaga aspek kebudayaannya,” ungkap Prof Purnawan seperti dikutip di laman rri.co.id, Rabu (19/6/2024).

Selain itu, sebagai ahli di bidang sejarah, Prof Purnawan pun turut terlibat dalam penulisan narasi-narasi yang ada pada bangunan bersejarah yang ada pada kawasan Kota Lama. Sehingga tidak hanya sebagai destinasi wisata, kawasan Kota Lama juga dapat menjadi media edukasi bagi para pengunjung.

“Karena dibutuhkannya narasi sejarah yang sebisa mungkin harus mampu menjelaskan kawasan ataupun bangunan di sana dari aspek kesejarahannya,” ungkapnya.

Kemudian, sebagai ahli sejarah perkotaan, Prof Purnawan pun mengusulkan penataan wilayah bersejarah yang lebih terintegrasi. Ia mengusulkan tema-tema dari aspek kesejarahannya yang dapat menjadi satu kesatuan, sehingga dapat lebih memikat masyarakat untuk berwisata ke Surabaya.

“Ada tema perkantoran, religi, perdagangan yang berupa pasar-pasar tradisional, tema transportasi darat maupun sungai, tema etnis dan tema perkampungan yang ada di Surabaya,” tuturnya, “jadi semua tema itu akan diintegrasikan menjadi satu kesatuan,” lanjut Prof Purnawan.(*/rri/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.