Sambut Imlek 2026, Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Gelar Tradisi Kimsin
SR, Mojokerto – Sepekan sebelum perayaan tahun baru Imlek 2026, warga Tionghoa Kota Mojokerto Jawa Timur berkumpul melakukan tradisi membersihkan dan mencucikan rupang (patung) Dewa di Klenteng Hok Sian Kiong Mojokerto.
Tradisi yang biasa disebut cuci Kimsin ini, diawali dengan sembahyang Sang An.
“Tradisi Cuci Kimsin diawali dengan sembahyang Sang An pada pukul 09.00 WIB. Sembahyang bersama ini diyakini untuk mengantar para dewa ke langit sekaligus meminta ijin untuk membersihkan rupang (patung) Dewa,” ujar Penasehat Panitia Imlek 2026, Gede Sidarta saat ditemui Super Radio, Kamis (12/02/2026).

Sembahyang Sang An adalah sembahyang yang dilakukan bersama-sama untuk mengantarkan para dewa ke langit yang akan melaporkan amal baik dan buruk umat selama setahun terakhir.
Selain itu, sembahyang ini bertujuan untuk meminta ijin sebelum dilakukan pembersihan rupang Dewa.
Tata cara sembahyang Sang An dilakukan seperti saat sembahyang biasanya yaitu dimulai dengan memberi hormat kepada Tian Gong (Tuhan/langit) di bagian depan, diikuti sembahyang ke altar utama (Dewa tuan rumah), lalu dilanjutkan ke altar dewa-dewi lainnya.
Dalam setiap altar, umat membawa hio (dupa) sebanyak ganjil, biasanya tiga batang. Hal tersebut melambangkan 3 alam, yaitu langit, tanah, dan bumi.
Perlu diketahui, Dewa “tuan rumah”di Klenteng Hok Sian Kiong Mojokerto adalah Dewi Mak Co (Mazu/Tian Shang Sheng Mu) yang dikenal sebagai Dewi penolong
Dewi Mak Co disembah karena jasanya menyelamatkan orang-orang di laut serta pelindung para imigran di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Pada tahun ini, sembahyang Sang An diikuti sekira 30 orang terdiri dari pengurus dan umat.
“Setelah selesai dilakukan sembahyang Sang An, dilanjutkan dengan cuci Kimsin,” imbuh pria yang aktif dalam kepengurusan TITD Kelenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto.
Kimsin merupakan tradisi mencuci rupang (patung) dewa. Kimsin diawali dengan penurunan arca serta dilanjutkan dengan pelepasan baju rumpang dan aksesoris altar.
Semua baju rupang dan aksesoris altar yang berbahan kain, langsung dicuci. Setelah itu, semua rupang dewa dibersihkan secara khusus menggunakan kuas dan lap yang baru serta menggunakan air bunga mawar.
Prosesi ini sebagai wujud penghormatan dan membersihkan diri dari karma buruk untuk menyambut keberuntungan tahun baru.
Total yang dibersihkan lebih dari 100 rupang, mulai dari rupang dewa tuan rumah hingga dewa-dewi lainnya.
Tidak hanya itu, altar dewa-dewi, perlengkapan Tjiam Sie, dan pernak-pernik lainya ikut dibersihkan hingga bersih.
Setelah dilakukan cuci Kimsin, dilanjutkan dengan dipasang kembali pernak-pernik yang ada di ruangan tersebut, seperti memasang kain altar dan baju rupang, menata kembali tempat Tjiam Sie, Hio Lo dan lain sebagainya.
Dalam hitungan Kongzili, Imlek tahun 2026 masuk pada tahun 2577 dan merupakan tahun kuda api atau fire horse. Pada tahun kuda api ini, diharapkan mendatangkan energi yang positif dalam segala hal, khususnya ekonomi Indonesia.
“Semoga di tahun Kuda Api mendatang ekonomi Indonesia semakin bergeliat positif,” pungkas Gede. (fa/red)
Tags: Imlek 2026, Klenteng Hok Sian Kiong Mojokerto., Tahun baru china, tahun baru imlek, Tahun kuda api
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





