Sakit, Warga Surabaya Cukup Tunjukkan KTP

Yovie Wicaksono - 16 March 2021
Eri Cahyadi bersama Betsy Roeroe saat penandatanganan MoU terkait kerjasama program Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) untuk warga Kota Surabaya. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Pemkot Surabaya dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Surabaya menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Selasa (16/3/2021), terkait kerjasama program Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) untuk warga Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan bersama ini untuk memastikan bahwa ke depan seluruh warga Surabaya secara otomatis apabila ingin mendapatkan layanan kesehatan cukup menggunakan KTP.

Sekedar informasi, saat ini pendataan warga Surabaya pemegang jaminan kesehatan sudah mencapai 95 persen lebih.

“MoU ini sebenarnya adalah untuk memastikan Surabaya datanya sudah 95 persen lebih. Karena kalau sudah begitu, maka seluruh warga Surabaya secara otomatis kalau sakit, tidak usah pakai surat macam-macam cukup dengan KTP langsung bisa dilayani kesehatannya,” ujar Eri.

Lebih lanjut,  Eri menjelaskan, akan terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mencocokan data pengguna BPJS dengan Pemerintah Pusat agar tidak terjadi kesalahan data.

“Universal Health Coverage (UHC) ini untuk warga Surabaya, karena ini APBD Surabaya pendapatannya dari pajaknya warga Surabaya, jadi kenapa tidak kita kembalikan ke warga Surabaya untuk kesehatannya,” imbuhnya.

Rencananya, mulai April 2021 nanti, warga Surabaya sudah bisa merasakan manfaat dari program kesehatan yang diusung oleh Wali Kota Surabaya ini. Dimana untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, warga hanya perlu menunjukkan KTP ke fasilitas kesehatan yang telah bekerjasama dengan BPJS dan Pemerintah Kota.

“InsyaAllah mulai bulan April seluruh warga Surabaya yang ber KTP Surabaya dimana pun rumah sakit yang kerjasama dengan Pemerintah Kota, terutama rumah sakit pemerintah, di rumah sakit Soewandhie itu cukup dengan KTP sudah bisa dilayani kesehatannya,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan  ini bukan hanya ditujukan untuk warga miskin, namun juga seluruh warga Surabaya yang terdampak pandemi.

“Kita ingin betul warga Surabaya ini kita sejahterakan dengan kesehatan. Contoh, dia sakit di kelas 1 tiba-tiba dia tidak bisa membayar, dia berubah ke kelas tiga secara otomatis akan di cover oleh Pemerintah Kota,” tandasnya.

Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan menyatakan kesiapannya melayani warga, asalkan data KTP telah sesuai dengan yang tercatat di Dukcapil Surabaya.

Kepala BPJS Cabang Surabaya Betsy Roeroe berharap, dengan  adanya kerjasama antara Pemkot dengan BPJS ini dapat meningkatkan kesejahteraan kesehatan warga Surabaya.

“Harapannya semua penduduk Surabaya bisa mendapatkan pelayanan yang selayaknya dengan jaminan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.