Rip Current Pantai Modangan Telan 4 Korban Warga Surabaya

Rudy Hartono - 16 October 2025
Tim pencarian dan pertolongan gabungan (SAR) mengevakuasi jenazah korban terakhir yang sempat dinyatakan hilang akibat terserer arus ombak di Pantai Modangan bernama Muhammad Mahin asal Surabaya, Jawa Timur, Selasa (14/10/2025). (sumber: antara)        

SR, Surabaya – Peristiwa Rip Current kembali terjadi dan menelan korban jiwa. Kali ini menimpa empat wisatawan Surabaya yang tenggelam di Pantai Modangan, Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu (12/10/2025).

Para korban merupakan bagian dari rombongan wisatawan asal Surabaya yang berlibur. Berdasarkan laporan kepolisian, rombongan wisatawan itu total berjumlah 26 orang. Mereka merupakan anggota Karang Taruna RW 8 Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Mereka tiba di Pantai Modangan sekitar pukul 04.00 WIB dan pada pukul 08.00, beberapa orang dari rombongan karang taruna memutuskan berenang di laut, meski sebelumnya telah diingatkan agar tidak melakukan kegiatan itu karena kondisi ombak yang cukup besar.

Tak lama setelahnya, empat wisatawan yang masing-masing bernama Muhammad Zulfikar Maulana, Rinaldy Hidayat, Rafi Noufal, dan Muhammad Mahin dilaporkan terseret ombak.

Dr Amien Widodo, peneliti Geologi Insitut Teknologi Sepuluh Nopember ITS. (sumber:rri)

Penjelasan Pakar ITS

Menurut Amien Widodo, peneliti dari ITS, di pantai selatan pulau Jawa seperti pantai selatan Malang, ombaknya besar dan banyak teluk. Sehingga terjadinya Rip Current, di pantai tersebut sangat besar.

“Jadi di Pantai Selatan Pulau Jawa itu, ombaknya besar, apalagi banyak teluknya,” ujar Amien Widodo, Rabu (15/10/2025). “Seperti di Malang, Jawa Timur, yang terjadi Rip Current itu banyak, karena ombak dari tengah lautan itu. Langsung menghantam pinggiran teluk tadi, yang waktu balik, kembali ke tengah, dan itu bisa menyeret ke tengah, yang dinamakan Rip Current.”

Peristiwa rip current sudah sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu kasus tragis terjadi pada akhir 2022 di Pantai Payangan, Jember, ketika 11 anggota Padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara meninggal dunia terseret ombak saat ritual.

Pada Mei 2023, musibah serupa terjadi di Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Enam wisatawan asal Palembang dilaporkan tewas setelah digulung ombak.

Setahun kemudian, Mei 2024, dua korban terseret arus di Pantai Saba, Gianyar, juga ditemukan meninggal dunia. Awal 2025, empat dari 13 siswa SMPN 7 Mojokerto tewas terseret ombak saat berwisata di Pantai Drini, Gunungkidul, DIY. (*/rri/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.