Mikul Dhuwur, Mendhem Jero: Berbakti Kunci Surga
SR, Surabaya – Falsafah Jawa Mikul Dhuwur, Mendhem Jero menggambarkan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga martabat mereka. Ustadz Fajrul Islam Ats-Tsauri, Penyuluh Agama Islam Mulyorejo, menekankan bahwa ajaran ini sejalan dengan nilai-nilai Islam tentang berbakti kepada orang tua.
Filsafat Mikul Dhuwur, Mendhem Jero memiliki makna menghormati orang tua dengan mengangkat martabat mereka, serta menutupi aib mereka. Ajaran ini juga menekankan untuk tidak menyakiti hati orang tua.
Dalam Islam, perintah berbakti kepada orang tua sangat jelas. Surat Annisa ayat 36 dan Surah Al-Isra ayat 23 menegaskan pentingnya berbuat baik kepada orang tua. “Berbakti kepada orang tua sangat mulia,” ungkap Ustadz Fajrul seperti dikutip laman rri.co.id
Dia menjelaskan Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah amalan yang baik dan kunci masuk surga. Dalam hadits yang diriwayatkan, Malaikat Jibril berdoa agar anak yang tidak berbakti pada orang tua mendapat celaka, dan Nabi Muhammad SAW mengamini doa tersebut.
Untuk mengimplementasikan ajaran ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti mentaati perintah orang tua (selama bukan maksiat), tidak menyakiti hati mereka, berakhlak mulia, dan mendoakan orang tua.
Namun, orang tua juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. Ustadz Fajrul menegaskan membuka aib orang tua dapat menimbulkan fitnah dan memperburuk hubungan dengan mereka.” Sebagai anak, kita harus memaafkan kesalahan mereka, menghilangkan dendam, dan menjaga hubungan harmonis,” ungkapnya.
Falsafah Mikul Dhuwur, Mendhem Jero mengandung nilai luhur yang sejalan dengan ajaran Islam. Ini mengajarkan kita untuk menghormati dan menutupi aib orang tua, serta menjaga nama baik orang yang lebih tua. (*/rri/red)
Tags: falsafah, mikul dhuwur, superradio.id, tabayyun
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





