Reog Cemandi Meriahkan H+5 Jayandaru Fest 2025 Sidoarjo

Rudy Hartono - 29 November 2025
Penampilan Reog Cemandi di Jayandaru Festival 2025, di parkir timur Museum Mpu Tantular Sidoarjo. Jumat (28/11/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Sidoarjo – Pertunjukan Reog Cemandi memeriahkan pembukaan hari kelima gelaran Jayandaru Festival 2025 di parkir timur Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Jumat (28/11/2025).

Adapun, seni lokal tersebut merupakan pembuka gelaran lomba patrol yang diikuti sejumlah peserta dari berbagai wilayah.

Tampak seluruh mata terpanah pada lenggak-lenggok dan tabuhan gendang para pemain. Kursi penonton pun penuh, antusias menyaksikan pertunjukan.

Penyerahan ubo rampe secara simbolis oleh penampil Reog Cemandi kepada Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Sukartini di Jayandaru Festival, Jumat (28/11/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Sukartini menyebut, Reog Cemandi sengaja dipilih sebab mewakili salah satu seni lokal yang masih lestari. Bahkan keberadaannya pun sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2018.

“Waktu itu yang menetapkan Kemendikbudristek. Alhamdulillah tadi saya menyaksikan bahwa Reog Cemandi ini masih eksis,” ujarnya dalam sambutan.

Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan prinsip Jayandaru Festival. Dimana kegiatan itu menjadi wadah para seniman dan budayawan lokal untuk tampil, yang diinisiasi pemerintah daerah.

Penampilan salah satu peserta lomba patrol di Jayandaru Festival, di parkir timur Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Jumat (28/11/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

“Jafest ini fasilitas seni budaya, semua kegiatan yang kami lakukan sampai akhir nanti adalah upaya pemerintah daerah, memberikan perhatian pada pelaku seni budaya, para seniman biaa memberikan ekspresinya di panggung ini,” ujarnya.

Ia pun berharap kedepannya kesenian dan budaya lokal makin berkembang dan dilestarikan generasi muda. “Saya turut senang lihat penampilan anak anak tadi. Reog cemandi ini punya sejarah yang mana ceritanya tarian ini ditarikan untuk mengusir penjajah,” ungkapnya. (hk/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.