Renovasi Sekolah di Bawean Tidak Bisa Dilakukan Lantaran Masih Terus Terjadi Gempa Susulan
SR, Surabaya – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim) memastikan tidak bisa melakukan renovasi bangunan SMAN 1 Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik yang mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa magnitudo 6.5 pekan lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, renovasi tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, mengingat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hingga saat ini masih akan terus terjadi gempa susulan.
Meski begitu, untuk sarana dan prasarana yang rusak seperti fasilitas laboratorium, Aries menegaskan, pihaknya akan menggantinya dengan yang baru, karena komputer yang digunakan sudah tergolong lama.
Aries sendiri telah melakukan peninjauan secara langsung di lokasi. Menurutnya, banyak ruangan kelas yang retak, atap dan plafon yang ambrol, hingga kerusakan di fasilitas lainnya.
“Sangat menyedihkan karena tidak seperti yang kita lihat di media sosial. Ternyata lebih parah. Hampir semua kelas mengalami kerusakan,” ujar Aries, Senin (1/4/2024).
Sebelumnya, Aries juga membagikan bantuan kepada siswa, tenaga pendidik dan kependidikan yang mengalami dampak gempa. Bantuan itu berupa 160 paket sembako, 84 terpal, 150 selimut dan 31 tenda keluarga
Sementara itu, terkait dengan proses belajar mengajar, Aries sudah meminta kepala sekolah untuk menggelar pembelajaran secara daring, sebab jika dilaksanakan untuk bertatap muka, akan sangat membahayakan siswa dan guru.
Sekadar informasi, akibat gempa bumi ini, SMAN 1 , Bawean tidak bisa melakukan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Bahkan, siswa juga harus batal mengikuti olimpiade tingkat Kabupaten Gresik. (*/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





