Dua Siswa Disabilitas Rungu Surabaya Juarai Festival Seni Tari Nasional

Rudy Hartono - 15 August 2025
Wulan Septiana Putri dan Chaidarul Ilmiah Laili, siswi SMA Luar Biasa (LB) Karya Mulia Surabaya. (foto: rennu/superradio.id)

SR, Surabaya – Dua siswi SMA Luar Biasa (LB) Karya Mulia Surabaya, Wulan Septiana Putri dan Chaidarul Ilmiah Laili, sukses mengharumkan nama sekolahnya melalui prestasinya di bidang seni tari.

Keduanya berhasil meraih juara 2 pada ajang Festival Lomba Seni & Sastra Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar pada 26–28 Mei 2025, untuk kategori Seni dan Sastra Disabilitas.

Perlombaan ini menjadi wadah bagi Wulan dan Aida, keduanya disabilitas rungu, untuk menampilkan bakatnya, sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan membawakan tarian khas Surabaya, Wulan dan Aida sukses memukau para juri.

Dijelaskan oleh Dina, guru tari SMALB Karya Mulia, Wulan dan Aida dalam menari dan olah gerak  mengandalkan kemampuan merasakan getaran musik dan aba-aba Sang guru. Gelombang suara musik dipelajari dengan meraba speaker dengan tangan merasakan getaran yang dihasilkan. “Dari getaran tersebut, mereka belajar menghitung gerakan dan menyelaraskan tarian dengan iramanya,” papar Dina.

Selain mencermati getaran musik, Wulan dan Aida memperhatikan sinyal atau aba-aba yang ditunjukkan pelatih saat ada pergantian gerakan. Dan kemudian, mereka berhitung lagi ketukan dan gelombang suara musik. “Dengan latihan yang tekun dan penuh semangat itu hingga akhirnya mereka mampu menampilkan tarian secara kompak dan merebut juara 2,” ucap Dina bangga.

Ditambahkan,  kedua anak didiknya itu, saat latihan nyaris tidak kenal lelah. Keduanya seakan sulit diajak istirahat. “Tantangan melatih anak tuna rungu itu susah diajak istirahat, justru saya disuruh istirahan jika lelah. Jadi tidak heran mereka bisa menghafal satu tarian dalam  beberapa hari saja,” puji Diana.

Keberhasilan Wulan dan Aida ini tidak hanya menjadi bagian penting dari pelestarian seni budaya tradisional, tetapi juga menjadi langkah awal mereka untuk melaju ke tingkat yang lebih tinggi. Prestasi yang diraih oleh Wulan dan Aida ini menjadi bukti bahwa semangat, ketekunan, dan dukungan dari lingkungan sekitar mampu mengalahkan segala keterbatasan.

“Keberhasilan mereka di perlombaan FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur tidak hanya membanggakan bagi sekolah dan keluarga, tetapi juga menjadi motivasi bagi para siswa/siswi tuna rungu lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi. Dengan semangat yang terus membara, mereka menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk bersinar dan menginspirasi banyak orang,” pungkasnya. (mg2/red)

 

Tags: , , , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.