Refleksi Perayaan Natal, Said: Pemimpin Itu Melayani Bukan Dilayani
SR, Surabaya – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) Said Abdullah mengajak seluruh kader menjadikan perayaan Natal menjadi momen pergerakan politik yang mengubah peradaban. Hal tersebut ia sampaikan ketika memberi sambutan secara daring di Perayaan Natal 2024 PDI Perjuangan, Jumat (24/1/2025).

“Saya ajak natal ini kader PDI Perjuangan, kita jalankan politik yang mengubah peradaban. Sekecil apapun levelnya akan lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, momen natal menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan krisis keteladanan yang merajalela. Memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan kelompok, menjadikan hukum sebagai alat perpanjang kekuasaan. “Ini momentum refleksi atas krisis keteladanan saat ini. Tak beraturan saling srobot, melawan arah penuh rasa amarah, merayakan penyanderaan antar pemimpin untuk menunggu baku tikam,” tuturnya.
Hal ini, lanjutnya harus diperangi. Said menyebut, kader PDI Perjuangan harus menjadi agen perubahan dimana pun berada. Menjalankan politik di jalan kasih bukan untuk kepentingan sendiri.
Seperti keteladanan Yesus yang dilahirkan Bunda Maria di kandang domba. Menjadi Penggembala penuntun umat yang walaupun punya banyak kelebihan namun memilih untuk melayani bukan dilayani.
“Mengingatkan bahwa tempat lahir Yesus sosok yang datang untuk melayani bukan dilayani, lahir di kandang domba oleh Bunda Maria. Sang Penggembala umat menuju jalan terang,” tuturnya.
Disamping itu, Said pun berharap momentum natal mampu menjadikan tiap gereja sebagai betlehem yang senantiasa memberi kedamaian.
“Mari kita renungkan natal tahun ini. Seperti yang diucapkan Uskup Jakarta, temanya ‘Mari Sekarang Kita Pergi ke Betleham’. Para pemimpin gereja mengajak gereja menjadi betlehem,” pungkasnya.

Menyambung hal tersebut, Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno berharap, perayaan natal ini menjadi berkat untuk semua orang.
Untari menegaskan, selayaknya rumah partai, PDI Perjuangan senantiasa menjadi rumah untuk semua golongan, ras, suku, dan agama, tanpa membedakan suatu apa pun.
“PDI Perjuangan adalah rumah besar bagi seluruh agama apapun, terima kasih untuk semuanya, selamat natal dan tahun baru,” ujarnya menyampaikan sambutan secara daring.
Seperti diketahui, gelaran ini merupakan agenda rutin DPD PDI Perjuangan Jatim sejak 2010. Acara bertajuk Perayaan Natal bersama PDI Perjuangan “Marilah Sekarang Kita ke Betlehem” tersebut turut dihadiri segenap pengurus dan masyarakat umum sekira 226 peserta. (hk/red)
Tags: DPD PDIP Jatim, perayaan natal, refleksi, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





