Program Risma-Gus Hans Mulai Pendidikan Gratis hingga Pangkas Biaya Tinggi Birokrasi

Rudy Hartono - 26 September 2024
Calon Gubernur Jawa Timur 2024 Tri Rismaharini dan Calon Wakil Gubernur Jatim KH Zahrul Azhar Asmuta (Gus Hans) paparkan visi dan misi di dalam Rapat Kerja Daerah Khusus DPD PDI Perjuangan Jatim, di Hotel Vasa, Kamis (26/9/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Calon Gubernur Jawa Timur 2024 Tri Rismaharini dan Calon Wakil Gubernur Jatim KH Zahrul Azhar Asmuta (Gus Hans) sampaikan problematik provinsi Jawa Timur berikut solusi berupa sebagian program yang digagasnya di  dalam Rapat Kerja Daerah Khusus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di Hotel Vasa, Kamis (26/9/2024).

“Setelah keliling ke berbagai daerah di Jawa Timur dan mencermati berbagai data, ternyata  kalau jadi gubernur Jawa Timur ternyata PR (pekerjaan rumah) nya  banyak sekali,” kata Risma.

Beberapa PR yang disebut di antaranya soal kesehatan, pendidikan, kemiskinan masyarakat nelayan, lapangan pekerjaan, hingga ancaman radikalisme yang nyata.

Di sektor kesehatan, Risma menyebut kondisi yang miris di Jatim. Merujuk data yang dimilikinya semasa menjabat Menteri Sosial bahwa Indonesia urutan kedua kebutaan karena katarak di dunia. “Sedihnya, Jawa Timur provinsi tertinggi kebuataan karena katarak di Indonesia. Penyakit kusta juga Jawa Timur tertinggi di Indonesia. Satu lagi, TBC (tuberkolosis) kembali Jawa Timur tertinggi se-Indonesia,” ungkapnya.

Untuk menangani masalah kesehatan, baik pengobatan dan pencegahan itu tidak murah dan diperlukan keterlibatan semua pihak, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kendati sulit tapi bukan mustahil, karena anggaran provinsi Jatim cukup besar Rp33 triliun.

Sesuai tagline Risma-Gus Hans “Resik-resik Jawa Timur”, Risma menyoroti gemuknya organisasi Pemprov Jatim yang berpotensi pemborosan.  “Saya lihat anggaran Rp 33 triliun di Jatim itu menurut saya birokrasinya terlalu gemuk. Di Kementerian sosial itu anggaran untuk pegawai tidak sampai Rp1 triliun,” sinyal mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu.

Terkait pendidikan, Risma-Gus Hans mencanangkan program SMA/SMK sederajat gratis total dan merata. Program tersebut akan diiringi dengan program satu kecamatan satu SMA/SMK negeri untuk memudahkan akses pendidikan masyarakat, dan pembentukan posko pengaduan sebagai fungsi pengawasan adanya pungli di sekolah.

“Ada pihak sekolah SMA/SMK yang menyatakan sudah gratis tapi kenyataannya seragam masih bayar. Untuk memastikan gratis total, nanti akan kami bikin Posko Pengaduan,” tegas Risma.

Selanjutnya di sektor ekonomi, pihaknya akan fokus pada pemberdayaan nelayan dan petani yang selama ini kurang diperhatikan. Dicontohkan,  potensi ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Sidoarjo potensinya besar. Perputaran uang dari hasil ikan tangkap di Sidoarjo sekitar Rp3 miliar per hari.

“Pendapatan nelayan itu masih bisa dikembangkan, misalnya pengadaan solar cell pada kapal nelayan sehingga bisa menjangkau lebih dalam dan mendapat hasil panen ikan,”cetusnya.

Begitu pula halnya dengan buruh tani yang cukup besar angkanya di Jawa Timur, namun solusinya bukan dengan bantuan langsung tunai (BLT), melainkan   program  pemberdayaan yang mudah dan efektif penerapannya. Di antaranya memberikan pelatihan dan bimbingan mengubah hasil panen petani juga ikan hasil tangkap nelayan menjadi produk yang nilai ekonominya lebih tinggi.

Hal serupa disampaikan Gus Hans, terkait ekonomi,  telah disiapkan beberapa program. Seperti, membuka satu juta lapangan kerja yang bisa dilakukan melibatkan investor luar negeri hingga perbaikan infrastruktur penunjang perputaran ekonomi di daerah.

“InsyaAllah kita akan buat akses ekonomi di Pantura sehingga lebih mudah dan cepat lalu di Lumajang jalur selatan akan kita bangun jalan baru,” sebutnya.

Selain itu, sebagai pencegahan radikalisme, pihaknya juga membuat program untuk pesantren yakni beasiswa untuk santri yang hafal kitab kuning.

Dalam program itu santri dan santriwati  akan diajarkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme. “Bukan hanya pesantren, kita kelompokkan menjadi pendidikan komunitas seperti pendidikan sekolah minggu. Kami lebih senang anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (hk/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.