Produk Stem Cell Anti Aging Unair Dapat Izin Edar BPOM

Yovie Wicaksono - 12 December 2019
Penyerahan sertifikat diberikan langsung oleh Kepala BPOM, Penny K. Lukito kepada Wakil Rektor IV Universitas Airlangga Prof. Junaidi Khotib dalam acara Dialog Nasional yang dihadiri oleh Kepala BPOM dan seluruh Deputi, Industri Farmasi, dan Perguruan Tinggi, di Jakarta, Selasa (10/12/2019). Foto : (Humas Unair)

SR, Surabaya – Produk Stem Cell PUA-Skin untuk anti aging buatan Universitas Airlangga (Unair) berhasil mendapatkan sertifikat izin produksi dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Produksi tersebut dilakukan oleh Pusat Pengembangan Penelitian Stem Cell Universitas Airlangga bersama PT. Phapros.

PUA-Skin yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM ini menjadi produk pertama yang dihasilkan Unair. Di Indonesia, produk ini menjadi produk pertama yang bersumber dari Stem Cell.

“Dengan adanya izin ini, kita harapkan setiap hasil penelitian akan mendapatkan legalitas yang baik. Jika hal yang baru terkait obat bisa didapatkan secara legal,” ujar Wakil Rektor IV Universitas Airlangga Prof. Junaidi Khotib.

Setelah izin produksi dan izin edar didapatkan, Universitas Airlangga melalui Pusat Pengembangan Penelitian Stem Cell akan melakukan produksi, formulasi, packaging, hingga menyerahkan ke pihak lain dalam hal ini PT. Phapros, Tbk untuk diedarkan ke pasaran.

Tak hanya itu, saat ini, Unair telah menyiapkan target lain yang menjadi sasaran untuk mendapat izin edar dari BPOM. Target berikutnya yang sudah disiapkan adalah ekstrak alergen.

“Ada lima varian produk yang siap didaftarkan tahun 2020. Yaitu ekstrak alergen debu rumah atau tungau, ektrak alergen dari udang, ektrak alergen ayam, ektrak alergen susu, dan ektrak alergen telor,” ujarnya.

“Harapan kami, ketika Stem Cell mampu kita produksi secara massal, dan mampu dimanfaatkan secara baik, kita bisa mencegah pengobatan orang-orang yang tadinya yang berobat ke luar negeri bisa ke dalam negeri. Juga yang tadinya impor, bisa dipropduski dalam negeri,” imbuh Prof Jun, sapaan karibnya.

Sebelumnya, penyerahan sertifikat itu diberikan langsung oleh Kepala BPOM, Penny K. Lukito kepada Wakil Rektor IV Universitas Airlangga Prof. Junaidi Khotib dalam acara Dialog Nasional yang dihadiri oleh Kepala BPOM dan seluruh Deputi, Industri Farmasi, dan Perguruan Tinggi, di Jakarta, Selasa (10/12/2019). (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.