PPKM Diperpanjang, Beberapa Daerah Turun Level

Yovie Wicaksono - 23 August 2021
Presiden Joko Widodo. Foto : (BPMI Setpres)

SR, Jakarta – Pemerintah Pusat memutuskan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 30 Agustus 2021. Namun pada penerapan kali ini, beberapa daerah telah mengalami penurunan level.

“Pemerintah memutuskan mulai tanggal 24 – 30 Agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 ke level 3. Untuk pulau Jawa dan Bali, wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kota lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai 24 Agustus 2021,” kata Presiden Jokowi, Senin (23/8/2021).

Ia mengatakan, beberapa wilayah di pulau Jawa-Bali telah menunjukan perkembangan yang cukup baik. Hal ini terlihat dari berkurangnya daerah level 4, dari 67 kabupaten/kota berkurang menjadi 51 kabupaten/kota, lalu level 3 dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota, serta daerah level 2 yang meningkat dari 2 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota.

Kemudian, secara nasional kasus konfirmasi positif Covid-19 juga telah berangsur-angsur menurun. Sejak titik puncak kasus 15 juli 2021 hingga saat ini, diketahui kasus konfirmasi positif telah menurun sebesar 78 persen.

“Angka kesembuhan secara konsisten juga lebih tinggi dibandingkan penambahan kasus konfirmasi positif selama beberapa minggu terakhir. Hal ini berkontribusi secara signifikan terhadap penurunan keterisian tempat tidur, BOR nasional saat ini berada di angka 33 persen,” imbuhnya.

Namun kendati demikian, Presiden menegaskan bahwa perbaikan situasi Covid-19 tersebut tetap harus disikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Sehingga ia meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan secara ketat.

“Pembukaan kembali aktivitas masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan peningkatan protokol kesehatan, testing dan tracing yang tinggi serta cakupan vaksinasi yang semakin luas. Hal-hal tersebut perlu dilakukan bertahap agar pembukaan kembali tidak berdampak pada peningkatan kasus,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.