Dialog dengan Ratusan Pimpinan Pesantren, Mahfud MD Ajak Ulama Jaga Negara

Yovie Wicaksono - 30 October 2021

SR,  Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, ulama dan kaum santri memiliki peran yang cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia.

“Kaum santri santri lah yang ikut mendorong secara habis-habisan memerdekakan bangsa ini,” ujar Mahfud MD pada acara dialog virtual bersama pimpinan Pondok Pesantren di seluruh Indonesia dalam rangka Hari Santri, Jumat (29/10/2021) malam.

Tanpa mengesampingkan peran tokoh agama lainnya, ujar Mahfud, kemerdekaan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah warisan para ulama, tokoh-tokoh Islam dari berbagai latar belakang suku dan ormas Islam yang berbeda.

Untuk itu, Mahfud mengajak pimpinan pondok pesantren ikut menjaga negara dari ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan undang-undang 1945.

“Umat Islam waktu itu sekitar 87 persen dengan 70 juta penduduk pada tahun 1945. Tapi waktu itu demi kemerdekaan, demi kebersamaan disetujui kata ‘kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya’ diganti dengan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’,” kata Mahfud.

Pasca kemerdekaan bulan Agustus 1945, penjajah kembali ingin kembali merebut Indonesia. Menurut Mahfud, kaum santri tampil kembali menjadi pembela negara.

Dalam keadaan genting pasca kemerdekaan, kaum santri tampil kembali melawan penjajah. Pada 9 September 1945 Kyai Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang isinya Umat Islam wajib melawan penjajah dan berperang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Lalu fatwa yang semula dikeluarkan di Tebuireng itu, diulangi lagi melalui rapat PBNU di Bubutan Surabaya tanggal 21-22 Oktober dimana fatwanya Kyai Hasyim Asyari dikeluarkan menjadi Fatwa Resolusi Jihad. Jawa Timur bergelora, kemudian terjadilah peristiwa 10 November yang kita kenal Hari Pahlawan itu,” ujar Mahfud.

Dalam berbagai peristiwa perang kemerdekaan, menurut Mahfud, peran santri sangat nyata dalam mempersatukan ideologi dan mempersatukan kekuatan melawan penjajah.

“Disini tampak, betapa santri memiliki peran penting, pertama mempersatukan ideologi, kedua mempersatukan kekuatan melawan penjajah untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga lahir negara berdasar Pancasila, itulah peran kaum santri,” kata Mahfud yang juga pengurus Dewan Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Seluruh Indonesia.

Dalam dialog bertema “Peranan Kaum Santri dalam Mengawal NKRI” ini, para pengasuh Pondok Pesantren tampak antusias. Para pimpinan Pondok Pesantren secara bergantian meneguhkan sikap menjaga negara sebagai warisan para ulama.

Pimpinan Pondok Pesantren seperti Kyai Nasrulhaq Muiz dari Ponpes Al-Badar Pare-pare Sulawesi Selatan, Kyai Khozin Adnan dari Pondok Pesantren Darul Al-Barokah Sumatera Barat, Kyai Badawi Basyir dari Ponpes Darul Falah Jekulo Kudus dan beberapa pimpinan pesantren lainnya, turut sharing dan berbagi ide serta gagasan terkait peran pondok pesantren dalam mengawal pembangunan bangsa ke depan. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.