Teatrikal Merah Putih Bertanya Hidupkan Memori Perobekan Bendera
SR, Surabaya – Ratusan seniman, pelajar, dan mahasiswa menyajikan pertunjukan kolosal bertajuk “Merah Putih Bertanya” untuk merefleksikan peristiwa heroik perobekan bendera di depan Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Surabaya.
Drama teatrikal yang menjadi agenda tahunan Surabaya Heroic Days ini menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang jalan ikonik tersebut, Sabtu (26/9/2026).
Dalam prosesi acaranya, kolaborasi apik ini melibatkan berbagai elemen kreatif, mulai dari Teater SMK 12, SMA 21, SMA 22, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Komunitas Seni Surabaya Museum of Mind (MoM), hingga Paskibraka Kota 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung memerankan tokoh utama sebagai Residen Soedirman, sang diplomat yang masuk ke hotel untuk bernegosiasi.
Kehadiran jajaran pejabat Pemkot Surabaya bersama ribuan warga yang menonton secara gratis semakin menghidupkan atmosfer patriotisme di Jalan Tunjungan.
”Saya kagum dengan antusiasme warga Surabaya yang sangat ingin melihat sejarah negara mereka sendiri, negara Indonesia. Saya berharap untuk anak muda agar tidak melupakan sejarah Surabaya itu sendiri,” ujar Mochamad Rizky, salah satu siswa SMA 22 Surabaya yang hadir di lokasi.
Kesuksesan aksi teatrikal ini tidak lepas dari persiapan matang di balik layar. Pihak penyelenggara membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mematangkan konsep, yang diawali melalui koordinasi intensif lewat grup WhatsApp (WA). Setelah konsep rampung, seluruh pengisi acara kemudian menjalani latihan gabungan atau gladi bersih selama tiga hari di Tugu Pahlawan guna menyelaraskan gerakan dan penataan adegan kolosal.

Radio Bekupon Corong Propaganda
Selain teatrikal perobekan bendera, perhatian ratusan penonton di lokasi tersedot keberadaan replika Radio Bekupon berbentuk kandang burung dara. Ternyata replika itu punya nilai sejarah yang sangat penting. Instalasi kayu ini memegang peran taktis yang krusial dalam peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato pada 1945.
Melalui jaringan radio komunitas inilah, Maklumat Pemerintah 31 Agustus 1945 disiarkan secara masif ke pelosok kampung. Saat Belanda memprovokasi warga dengan mengibarkan bendera mereka, informasi dari corong Bekupon langsung menyulut kemarahan kolektif warga untuk mengepung hotel.
Secara filosofis, Radio Bekupon membawa simbol ketahanan informasi sekaligus alat pemersatu perjuangan Arek-Arek Suroboyo. Media lokal ini menjadi bukti kecerdikan warga dalam menembus sensor ketat dan blokade informasi dari tentara sekutu.(dipta/red)
Tags: Hotel Majapahit, merah putih bertanya, perobekan bendera, superradio, surabaya, surabaya heroic days, teatrikal
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





