Pertama di Indonesia, Kontes Ikan Cupang Berhadiah Mobil

Yovie Wicaksono - 5 June 2021

SR, Kediri – Kediri Betta Club (KBC) kembali menggelar kontes cupang berhadiah. Tak main-main, kali ini hadiah yang diperebutkan berupa sebuah  mobil.

Kontes ikan cupang ke 8 ini diselenggarakan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri pada 25-27 Juni 2021 mendatang.

Tak hanya sekedar hadiah mobil, kontes ikan laga bertajuk ‘Rise and Shine 8th Kediri Betta Contest’ ini juga memperebutkan hadiah uang tunai dan trophy senilai ratusan juta rupiah.

Ketua KBC Kediri, Yusuf Saputro mengatakan, kontes ikan hias dengan hadiah mobil belum pernah ada di Indonesia. Diharapkan dengan hadiah mewah ini bisa menarik minat pemain kontes di tanah air maupun mancanegara.

“Kegiatan ini didukung penuh oleh Mas Bup (Bupati Kediri Hanindhito Himawan, red). Tujuannya untuk meneguhkan Kabupaten Kediri sebagai sentra penghasil ikan cupang  dengan kualitas yang bagus,” jelasnya.

Kontes ini terbagi dalam 75 kelas yang tergabung di dalam 10 divisi. Sistem penjurian yang digunakan mengacu International Betta Congress (IBC).

“Juri kita pilih dari reputasi yang baik dan berpengalaman menilai ikan di event besar. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia diantaranya Jakarta, Padang, dan Batam,” bebernya.

Yusuf menyebut tidak ada syarat dan ketentuan khusus untuk bisa membawa pulang hadiah mobil. Hadiah mobil terbuka untuk semua peserta yang bisa mengumpulkan poin terbanyak (grand champion).

“Di kontes Rise and Shine ini tidak ada syarat khusus agar hadiah mobil bisa dimenangkan. Berapapun pesertanya, grand championnya tetap mobil,” ucapnya.

“Kalau ingin mendapatkan mobil, silahkan saja mainkan ikan sebanyak mungkin. Jadi peluang menangnya semakin besar. Hadiah mobil ini untuk semua kelas dan divisi, tidak hanya untuk tertentu saja. Jadi semua player mendapatkan peluang yang sama,” tegasnya.

Lantaran masih berada di masa pandemi, kontes besar ini tetap bisa berjalan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Sistem pendaftaran dilakukan secara online dengan biaya Rp 100 ribu untuk masing-masing ikan.

Sementara untuk sistem perlombaan dilakukan melalui sistem handling atau perwakilan. Terdapat 33 official handler yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Tidak ada batasan jumlah ikan yang dibawa bagi para handler ini.

“Harapannya dengan kegiatan ini, popularitas ikan betta atau ikan cupang sebagai ikan hias tetap terjaga. Cupang tetap menjadi primadona yang digemari oleh masyarakat,” kata Yusuf.

Diketahui, Kabupaten Kediri telah dikenal sebagai pusat penghasil ikan cupang di Indonesia. Data tahun 2020 di Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, sedikitnya 102 juta ikan cupang hias diproduksi oleh ratusan peternak. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.