Penurunan Daya Kapasitas Angkut KA Penumpang Jilid 3

Yovie Wicaksono - 29 March 2020
Ilustrasi. Suasana ruang tunggu di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (19/3/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira).

SR, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya kembali menurunkan daya kapasitas angkut kereta api (KA) Penumpang dari kapasitas 150 persen menjadi 75 persen, melalui kebijakan menambah pembatalan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya.

“Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk pencegahan virus Corona (Covid -19), dimana masyarakat diharapkan tetap tinggal dan beraktifitas di rumah, tidak bepergian atau keluar rumah jika tidak benar-benar perlu, serta menghindari dari kerumunan dan jaga jarak minimal 1 meter,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto, Minggu (29/3/2020).

Suprapto mengatakan, total ada 12 perjalanan KA yang mengalami pembatalan operasi di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya yang terbagi menjadi 3 tahap. Pada tahap pertama, ada 3 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya terhitung pada 26 Maret sampai dengan 30 April 2020, diantaranya KA Sembrani (KA 81/KA 82) relasi Stasiun Surabaya pasar Turi – Gambir/PP, KA Gumarang (KA 133/KA 134) relasi Stasiun Pasar Turi – Stasiun Pasar Senen /PP dan KA Songoriti ( KA 283/KA 284) relasi Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Malang PP.

Selanjutnya tahap kedua ada 4 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya terhitung dari 1 April 2020 sampai dengan 30 April 2020, diantaranya KA Sancaka Utara (KA165-168-169/KA 170-167-166) relasi Surabaya Pasar Turi – gambringan – Solo – Kutoarjo, KA Mutiara timur (KA 184/KA 185) relasi surabaya Gubeng – Ketapang, KA logawa (KA 300-297/KA 298-299) relasi Jember – Surabaya Gubeng –Purwokerto, dan KA Gaya Baru malam Selatan (KA 111/KA 112) relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen/PP.

Kemudian tahap ketiga ada  4 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya terhitung dari 29 sampai dengan 31 Maret 2020, diantaranya KA Argo Wilis (KA plb 1a/KA plb 2a) relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, KA Mutiara Selatan (Ka plb 103a/KA plb 104a) relasi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, KA Turangga (KA plb 77a/KA plb 78a) relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, KA Malabar (KA plb 107a/ KA plb 108a) relasi Malang – Bandung – Pasar Senen/pp, dan KA Pasundan (KA Plb 295a/ KA Plb296a) relasi Surabaya – Kiaracondong Bandung/pp.

Akibat dari kebijakan pengurangan daya kapasitas angkut KA Penumpang tersebut, jumlah penumpang KA di wilayah PT KAI mengalami penurunan yang sangat signifikan. Ini terlihat dari jumlah penumpang KA yang naik pada 1 Maret 2020 berjumlah 40.148 penumpang, namun pada 28 Maret 2020 jumlah penumpang yang naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya menjadi 8.635 penumpang.

Selain penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan, pengurangan daya angkut KA penumpang ini menyebabkan jumlah pembatalan  tiket KA oleh masyarakat semakin meningkat. Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dalam  periode 1 – 28 Maret 2020 ada 44.400  tiket yang dibatalkan oleh para penumpang.

Suprapto mengatakan, masyarakat yang ingin membatalkan tiket KA dapat mengunakan 2 cara yaitu mendatangi loket stasiun online KA di 6 stasiun yaitu Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Mojokerto, Sidoarjo dan Bojonegoro. Atau melalui aplikasi pemesanan tiket online KAI Access.

“Guna mempermudah proses pembatalan tiket KA, kami sarankan agar para penumpang yang ingin membatalkan tiket ataupun merubah perjalanan KA agar memanfaatkan aplikasi KAI Access, karena masyarakat tidak perlu lagi mendatangi loket stasiun,” ujarnya.

Terhitung pada 26 Maret 2020, layanan pembatalan melalui KAI Access bisa dilakukan 3 jam sebelum waktu keberangkatan KA. Dimana pada aturan sebelumnya, pembatalan tiket KA melalui KAI Access bisa dilakukan maksimal 12 jam sebelum keberangkatan KA. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.