Pentingnya Penguasaan Medsos untuk Hadapi Pilkada di Tengah Pandemi

Yovie Wicaksono - 26 October 2020
Pelatihan Cyber Media, yang digelar Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Wisma Perjuangan Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Minggu (25/10/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Batu – Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Yordan M Bataragoa menegaskan pentingnya penguasaan media sosial (medsos) untuk menghadapi Pilkada 2020 yang masih dalam masa pandemi Covid-19.

Yordan menilai media sosial sangat penting, lantaran saat ini kampanye pengumpulan massa seperti sebelumnya telah dibatasi maksimal 50 orang, dan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Kita memasuki Pilkada di masa pandemi, dan untuk memenangkan Pilkada saat pandemi ini diantaranya juga harus unggul di pertarungan udara. Masyarakat tidak berani ke TPS, kampanye tidak berani lebih dari 50 orang, tapi grup-grup kampanye di medsos itu luar biasa banyaknya dan ramainya,” kata Yordan saat menutup Pelatihan Cyber Media, yang digelar Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Wisma Perjuangan Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Minggu (25/10/2020).

Usai mengikuti pendadaran selama 4 hari, kata Yordan, para peserta sudah jadi pasukan untuk memenangkan pertarungan udara dalam Pilkada 2020 yang di Jatim dan memenangkan PDI Perjuangan dalam kontestasi Pemilu lainnya di masa mendatang.

Kemenangan PDI Perjuangan pada Pilkada Serentak 2020, jelasnya, merupakan langkah partai untuk mensejahterakan rakyat. Sehingga sebagai salah satu mesin Partai, sebutnya, pasukan udara juga punya andil penting dalam rangka upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat tersebut.

“Bagaimana kesejahteraan itu bisa kita wujudkan adalah dengan memenangkan Pilkada. Bagaimana kita bisa menang Pilkada, salah satunya dengan kita memenangkan pertarungan di udara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Cyber Media Tarmuji mengatakan, penguasaan media sosial untuk menghadapi Pilkada serentak adalah hal yang sangat penting. Apalagi, jelas Tarmuji, saat ini marak beredar berita-berita bohong alias hoax, dan kampanye hitam yang sangat mungkin terjadi saat Pilkada.

“Di sini kita belajar, mulai dari perencanaan, produksi pengelolaan media sosial maupun cyber media. Dan di puncak kita bergerak di bidang pemenangan pemilu. Kita juga belajar bagaimana peran kita di perang udara,” ujar Tarmuji. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.