Penjahit Asal Kediri Buat APD Fashionable

Yovie Wicaksono - 10 July 2020
Ivan Brekele berinovasi membuat baju alat pelindung diri (APD) dengan lebih menarik dan fashionable. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Seorang penjahit rumahan di Kota Kediri, Jawa Timur, Ivan Brekele berinovasi membuat baju alat pelindung diri (APD) dengan lebih menarik dan fashionable guna membangkitkan semangat para tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien Covid-19.

Berbeda dengan baju APD pada umumnya yang lebih dominan cenderung warna putih, di tangan terampil penjahit asal Jalan Rinjani, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini, baju APD tersebut didesain menjadi lebih berwarna.

Meski lebih fashionable, Ivan mengatakan, baju APD yang dibuatnya ini tetap berbahan dasar sesuai standar protokol kesehatan. Bahkan jika dibandingkan dengan baju APD pada umumnya, APD rancangannya ini lebih lembut dan tidak panas jika dipakai.

“Membuat ide yang beda, tetap sesuai paten protokol kesehatan APD, cuman berbeda dari sisi fashionable makanya saya kembangkan,” ujar Ivan.

Ia mengaku, untuk mencari bahan dasar kain untuk membuat baju APD sekarang ini sangat mudah, tidak seperti dulu. Kesulitannya hanya terletak pada penentuan pola dan motif.

“Kesulitannya cuman mencocokan antara keinginan konsumen dengan kita. Jadi karena ini sifatnya costum. Otomatis berhubungan dengan desain selera,” ungkap Ivan.

Selain itu untuk penggarapan printing, masih membutuhkan tenaga dari luar. Sementara untuk penentuan pola dan motif digarap sendiri. Dalam proses pembuatannya, satu baju APD, membutuhkan waktu selama 4 hari.

Selama tidak rusak, baju ADP buatan Ivan Brekele ini bisa dipakai berulang kali setelah dicuci menggunakan detergen maupun pemutih.

Baju ADP ini dijualnya dengan harga terjangkau, yakni Rp 170 ribu. Baju ini ia pasarkan sendiri melalui media sosial serta promosi dari cerita para konsumen ke konsumen lain.

Pada umumnya, konsumen yang memesan produknya ini adalah tenaga medis perempuan. Konsumen perempuan lebih suka corak warna warni dengan ukuran baju APD ramping. Sementara baju APD yang dipesan untuk konsumen pria lebih cocok mengarah ke karakter superhero atau pahlawan.

Pelanggan yang sudah  memesan baju APD buatan Ivan ini bukan hanya berasal dari sekitaran wilayah Jawa Timur, melainkan juga dari luar pulau Jawa seperti Banjarmasin dan lain sebagainya.

“Orderan masih berjalan sampai sekarang, saya pertama kali dapat orderan dari seorang dokter. Dengan APD ini semoga dapat memberikan semangat bagi tenaga medis yang lain.  Selama 1 Minggu lalu, saya sudah mengeluarkan 40 baju APD. Permintaan paling banyak pada awal bulan ini,” ujar Ivan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.