Pemprov Jatim Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas dan Rapat

Yovie Wicaksono - 26 October 2019
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan efisiensi dan pemangkasan anggaran perjalanan rutin dan rapat hingga mencapai 25 persen.

Langkah ini ditempuh guna efektifitas penggunaan anggaran sehingga target pembangunan dapat lebih cepat tercapai.

“Ini bagian dari implementasi money follow program bukan money follow function. Pendekatan perencanaan pembangunan Jatim mengacu kepada Nawa Bhakti Satya yang menjadi tumpuan dalam menerapkan sistem perencanaan yang konsisten dari visi misi hingga ke program dan kegiatan, sesuai prinsip cascading,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai  menyampaikan Nota Keuangan Rencana APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2020 di hadapan sidang paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Jumat (25/10/2019).

Money follows program sendiri merupakan pendekatan anggaran yang lebih fokus pada program atau kegiatan yang terkait langsung dengan prioritas nasional serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan money follows program, belanja tidak lagi dibagi secara merata kepada setiap tugas dan fungsi (money follows function).

Menurut Khofifah, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2020 tidak hanya soal efisiensi belanja namun juga telah mencerminkan upaya peningkatan pendapatan daerah, diantaranya melalui intensifikasi pajak daerah dimana teknologi digital telah dan terus dikembangkan dalam pengelolaan potensi penerimaan daerah, serta perbaikan pengelolaan aset sebagai langkah awal yang penting dalam melakukan optimalisasi pengelolaan kekayaan daerah.

Sekedar informasi, Pemprov Jatim mengalokasikan 35 persen Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor Pendidikan dan Kesehatan. Besarnya alokasi di kedua sektor tersebut guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, dalam RAPBD Provinsi Jatim Tahun 2020, sektor pendidikan mendapat kucuran anggaran sejumlah Rp7,18 triliun, sedangkan sektor kesehatan senilai Rp4,38 Triliun. Sementara total RAPBD Provinsi Jatim mencapai Rp33,7 triliun. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.