Pemprov Jatim Gelar Takbiran Online di Tengah Pandemi

Yovie Wicaksono - 24 May 2020
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menabuh beduk tanda dimulainya Takbir Online di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (23/5/2020) malam. Foto: (JNR)

SR, Surabaya – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1441 H, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelar takbiran akbar online melalui aplikasi zoom di malam Idulfitri, Sabtu (23/5/2020). 

Tidak hanya diikuti seluruh warga di penjuru Jatim, namun juga warga Jatim yang berada di luar negeri, tepatnya di lima benua, yakni Hongkong, Jerman, Australia, Maroko dan Amerika Serikat. 

Di Hongkong, takbiran dilaksanakan secara langsung di Masjid Tsim Tsa Tsui Hongkong bersama warga Jatim dan Pengurus Cabang Istimewa Muslimat NU Hongkong. 

Di Jerman, dilakukan secara langsung bersama Gus Oding dari Jombang, Mahasiswa S3 di KIT Jerman, alumni ITS dan Cicit KH Bisyri Syansuri. Adapun di Belanda, takbiran dilakukan bersama Dwi Resty Ariesta Dewi dari Surabaya yang tengah menempuh S3 di University of Twente, Nederland. 

Sedangkan di Australia, takbiran online dipimpin oleh Imam Malik dari Banyuwangi, yang sedang menempuh S3 di Western Sydney University. Di Maroko, takbiran dilaksanakan oleh Alfian Iqbal Zahasfa dari Jember, Mahasiswa S3 Universitas Dar El Hadith El Hassania, Rabat.

Sementara di Amerika Serikat, takbiran online dilakukan bersama Dimas Iqbal Romadlon dari Kota Batu, yang tengah menempuh S3 di University of Washington, Seattle, Amerika. 

“Tetap meriah, tetap semarak meskipun pelaksanaannya dilakukan dengan cara berbeda. Kita manfaatkan semua fasilitas teknologi yang dimiliki,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (23/5/2020).

Sementara itu, takbiran secara online juga diikuti oleh sejumlah tim medis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Milik Pemprov Jatim, tim check point PSBB di Bundaran Waru, TNI/Polri, Bupati Sampang H Slamet Junaidi, Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, dan Walikota Mojokerto Hj Ita Puspitasari. 

Ketua DPD RI La Nyala Mataliti, Wagub Jatim Emil Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Kapolda Irjen Pol M Fadil, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim serta Kajati Jatim juga ikut serta dalam acara tersebut. 

“Semua elemen kami coba rangkul ikut serta, termasuk paguyuban-paguyuban warga Jatim yang ada di Jakarta dan tidak bisa mudik tahun ini,” ujarnya.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim sendiri telah secara tegas melarang takbiran keliling guna mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona. Khofifah juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan tradisi lebaran berupa bersalaman secara langsung di tengah pandemi virus corona.

“Untuk sementara, selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun cipika-cipiki. Sebagai gantinya bisa melakukannya dengan telepon, whatsapp, sms, video call, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut Khofifah, kondisi pandemi ini sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Khofifah juga meminta untuk tidak melakukan tradisi berkunjung ke sanak saudara saat Lebaran. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.