Pemkot Kediri Libatkan Masyarakat Atasi Sampai Plastik dengan Produktif
SR, Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, melibatkan masyarakat untuk memilah sampah sebelum dibuang ke tempat sampah dengan harapan bisa mengurangi volume yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, Kota Kediri.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah mengatakan, sampah masih menjadi masalah tersendiri di Kota Kediri maupun Indonesia lantaran masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan terlebih lagi sampah plastik.
“Saya sangat sedih apabila menemukan sampah terkhusus sampah plastik berserakan. Tolong agar tidak membuang sampah khususnya sampah plastik sembarangan,” katanya dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 di Lapangan Perumahan Dermo, Kota Kediri, Jumat (8/3/2024).
Zanariah menambahkan sampah-sampah tersebut sebelum dibuang ke tempat sampah harus dipilah antara sampah plastik, sampah sisa makanan dan lainnya. Bila sampah plastik bisa didaur ulang menjadi produk yang bernilai jual, begitu juga dengan sampah sisa makanan bisa dibuat kompos yang menyuburkan tanaman.
Menurutnya, dengan langkah tersebut turut serta membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat sampah. Untuk itu, ia pun mengajak kebiasaan memilah sebelum membuang sampah harus konsisten dilakukan.
“Mari optimalkan bulan sampah nasional ini, atasi sampah plastik dengan cara produktif,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, sampah plastik memang menyumbang cukup besar dari volume sampah di Kota Kediri sekitar 30 persen sampai 40 persen. Setiap harinya, volume sampah yang dibuang ke TPA sekitar 140 ton.
“Tapi untuk sampah yang kita kelolah di TPA kurang lebih saat ini 140 ton perhari. Produksinya pasti lebih tinggi. Jadi kita sudah melakukan pengurangan pengurangan baik itu di TPST, baik itu melalui pengelolaan tempat produksi sampah secara langsung. Dan hasilnya di TPA itu kita kurang lebih 140 ton itu,” paparnya.
Dari beragam jenis sampah yang ada di Kota Kediri, sampah plastik paling dominan 60 persen. Karena itu pihak DLHKP mengimbau kepada warga agar lebih bijak dalam memanfaatkan wadah plastik sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah.
“Sampah sampah kita manfaatkan agar bisa didaur ulang kembali hingga menjadi sesuatu hal produktif. Bisa menjadi tambahan bagi si pengelolah sampah itu sendiri. Ada di sini sudah kita siapkan display yang memang itu dari sampah seharusnya dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan ada tas, tempat tidur, sabun dan pengharum ruangan berbahan minyak jelantah juga ada,” bebernya. (rh/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.






