Pemerintah Pastikan Serap Semua Hasil Panen Petani
SR, Surabaya – Pemerintah memastikan akan menyerap semua hasil panen petani, baik padi maupun jagung. Sebagaimana ditegaskan Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, usai pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) di Grahadi.
“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami, harus berapapun produksi hasil panen, baik padi mauoun jagung, yang tidak ditampung oleh swasta, maka harus dibeli oleh Pemerintah,” ujarnya, kemarin.
Dimana masa panen padi diperkirakan pada Februari dan puncaknya pada Maret dan April. Bahkan mulai tanggal 15 Januari ini, Bulog akan membeli gabah petani dengan harga yang baru, dari Rp6.000 menjadi Rp6.500.
“Kalau Bulog tidak beli gabahnya, diberikan kepada penggiling, maka berasnya akan dibeli oleh Bulog seharga Rp12ribu. Perintah Bapak Presiden, kalau tidak ada yang nampung, berapapun, kita harus beli,” tegasnya.
Rakor ini tidak hanya bersama empat menteri, yakni Menteri Pertanian, Menteri KKP, Menteri Perdagangan, serta Menteri Desa, tetapi juga Forkopimda dan seluruh Bupati Walikota di Jatim. “Ini pekerjaan besar. Oleh karena itu kita minta bantuan kepada Gubernur, para Bupati, untuk bersama sama, gak bisa Bulog sendiri,” ungkapnya.
Begitu juga jagung, diperkirakan akan panen mulai Februari. Maka Pemerintah juga akan menaikkan harga beli kepada petani. Dari Rp5.000 menjadi Rp5.500. Sama dengan padi, berapapun besaran panen jagung, Pemerintah wajib membeli.
“Pembelian akan berlaku mulai 1 Februari. Karena Februari baru panen, kalau sekarang berlaku, nanti pakai stok yang lama. Padahal kita ingin menampung hasil pertanian yang baru,” imbuhnya. (*/rri/red)
Tags: grahadi, hasil panen, superradio.id, Zulkifli hasan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





