Pembangunan RS Akademik UGM untuk Covid-19 Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran

Yovie Wicaksono - 12 May 2020
Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto : (Kementerian PUPR)

SR, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). RS tersebut sebelumnya sudah sempat dibangun namun terhenti pada 2010 dengan progres saat itu 75 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, berdasarkan hasil penilaian teknis Balitbang PUPR, secara struktur gedung RS masih baik dan bisa dipakai.

“Dengan demikian, penyelesaian RS ini tidak memakan waktu terlalu lama, karena kita menggunakan sistem moduler sehingga tinggal pemasangan saja. RS tersebut terdiri dari dua gedung masing-masing terdiri dari lima lantai dengan luas seluruhnya sekitar 8.600 meter persegi,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Dikatakan,  penyelesaian RS Akademik UGM ini merupakan bagian dari refocusing kegiatan Kementerian PUPR sebesar Rp1,829 triliun untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19.

“Saat ini progres penyelesaian pembangunan secara keseluruhan mencapai 60 persen dan diharapkan dapat rampung sebelum Lebaran Idulfitri 2020 nanti,” kata Basuki.

RS Akademik UGM ini memiliki kapasitas total sebanyak 107 tempat tidur dengan rincian 80 tempat tidur rawat inap, 2 tempat tidur ruang tindakan dan 25 tempat tidur ruang isolasi. Gedung Yudhistira dengan luas 4.177 meter persegi memiliki kapasitas 38 tempat tidur. Gedung Arjuna dengan luas 4.505 meter persegi memiliki kapasitas 69 tempat tidur.

Pembangunan lanjutan RS Akademik UGM dilakukan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Badan Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi DIY dengan kontraktor PT Adhi Karya dan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya.

Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal dan plumbing. Pekerjaan perbaikan struktur berupa pekerjaan screed beton (lapisan halus di atas beton/plester), perkuatan baja, dan perbaikan membran.

Kemudian pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing meliputi pekerjaan kabel tray, pipa conduit, hydran, instalasi air minum dan listrik. Perkiraan anggaran penyelesaian pembangunan rumah sakit ini Rp 66,8 miliar.

Basuki menekankan pentingnya kontraktor untuk menggunakan produk dalam negeri dalam pengerjaan rumah sakit ini. Di samping itu, ia juga mengingatkan untuk menjaga kerapihan dan keselamatan kerja, termasuk bagi 300 pekerja yang terlibat.

Penyelesaian pembangunan RS Akademik UGM dilaksanakan sesuai protokol pencegahan Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan serta Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.