Pembangunan Ibu Kota Baru Dipastikan Tak Akan Merusak Kawasan Hutan

Yovie Wicaksono - 30 August 2019
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional,  Sofyan A. Djalil. Foto : (Istimewa)

SR,  Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional,  Sofyan A. Djalil memastikan pembangunan ibu kota baru tidak akan merusak kawasan hutan. Ditegaskan bahwa penataan kota akan dilakukan dengan lebih baik.

Hal tersebut seiring dengan telah ditetapkannya Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota baru Indonesia seluas 180 ribu hektare.

“Banyak orang yang mengatakan, kalau melakukan pembangunan di sana khawatir hutan di Kalimantan akan rusak. Presiden mengatakan bahwa penataan kota ini harus ditata dengan bagus dan futuristik sehingga dapat menjadi Ibu Kota Indonesia yang indah,” ujar Sofyan A. Djalil, Jumat (30/8/2019).

Ia mengatakan, pembangunan ibu kota baru akan berkonsep pada green city dan diharapkan akan menjadi kota yang indah karena hutannya lebat dan tanahnya luas. “Kalau di Jakarta sekarang ini mau bernafas susah,” katanya.

Ibu kota baru tersebut akan dibangun dengan memberikan kenyamanan bagi penduduknya yang tinggal di sana. “Penduduknya nanti di sana bisa jogging di kawasan hutan dan tracking di kawasan hutan negara,” ujar Sofyan A. Djalil.

Lebih lanjut, pemanfaatan tanah untuk pembangunan ibu kota baru akan dilakukan secara bertahap.

“Kita sedang melakukan pendekatan nanti kita akan mengambil 180.000 hektare perlu corenya dulu misalnya 3.000 hektare dari situ bisa diambil 1.000 hektare. Selanjutnya tahun depan 1.000 hektare lagi atau kapan dibutuhkan sehingga 180.000 hektare itu nanti semua menjadi kawasan ibu kota. Termasuk tadi misalnya taman nasional yang sekarang ini mungkin tidak dikelola dengan baik akan diperkuat masuk dalam wilayah ibu kota,” katanya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.