PAL Indonesia Mulai Produksi Kapal Selam Scorpene Evolve

Rudy Hartono - 2 August 2025
Ilustrasi kapal selam Scorpene Evolve. (sumber: rri)   

SR, Surabaya – PAL Indonesia mulai memproduksi dua unit Kapal Selam Scorpene Evolve. Proyek ini merupakan kerja sama strategis dengan perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group.

Proyek ini menandai era baru penguatan teknologi pertahanan nasional, khususnya teknologi kapal selam. Kapal selam merupakan salah satu teknologi paling kompleks dalam sistem pertahanan bawah laut.

Produksi ini merupakan tindak lanjut dari kontrak tahun 2024 antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL. Kapal selam kelas 1800–2800 ton dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP) ini dibangun sepenuhnya di Indonesia.

Proyek ini menunjukkan komitmen negara dalam alih teknologi dan kemandirian industri pertahanan maritim. Engineer lokal akan terlibat penuh dalam seluruh proses produksi kapal selam ini.

“Ini bukti kepercayaan pemerintah terhadap insinyur lokal untuk memajukan teknologi kapal selam,” ujar Dr. Kaharuddin Djenod, Direktur Utama PT PAL Indonesia, dalam keterangan resminya, Kamis (31/7/2025).

Dukungan PMN dari pemerintah memperkuat langkah strategis PT PAL dalam produksi kapal selam nasional. Proyek ini membawa Indonesia mendekati kedaulatan teknologi di antara segelintir negara penguasa kapal selam.

Scorpene Evolve adalah lompatan teknologi yang meningkatkan kapabilitas insinyur pertahanan Indonesia. Ratusan insinyur PT PAL akan terlibat dalam semua fase produksi bersama pengawas dari Naval Group.

“Kontrak ini adalah tonggak penting aliansi strategis Indonesia–Prancis,” ujar Pierre Eric Pommellet, Chairman dan CEO Naval Group.

Bersama PT PAL, Naval Group mendukung ambisi Indonesia membangun industri perkapalan yang tangguh dan berdaulat. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi bagian nyata dari diplomasi pertahanan progresif yang dijalankan PT PAL Indonesia. PT PAL terus memperkuat sinergi global demi modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista).

“Penguasaan teknologi pertahanan tidak mudah,” ucap Kaharuddin menutup pernyataannya. Namun, PT PAL dan para engineer Indonesia tetap optimis membangun dua kapal selam ini. (*/rri/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.