Pahami Inner Child Pada Diri Sendiri

Yovie Wicaksono - 8 March 2022

SR, Jakarta – Inner child atau sisi anak-anak yang hidup dan bersembunyi di balik diri, terbentuk dari pengalaman masa kanak-kanak. Menurut penelitian, pengalaman yang terjadi pada usia 6-7 tahun sangat rentan menjadi ‘inner child’ karena anak sangat mudah menyerap dan mengingat sesuatu, termasuk pengalaman atau perasaan negatif.

“Inner child akan muncul ketika terpancing oleh suatu kondisi yang terjadi saat ini,” ujar Psikolog Anak dan Remaja, Rizqina P. Ardiwijaya, Selasa (8/3/2022).

Rizqina menjelaskan, inner child ada dua jenis yaitu inner child negatif dan inner child positif. Inner child negatif merupakan manifestasi tidak terpenuhinya kebutuhan atau luka masa kanak-kanak. Dengan kata lain inner child kita sedang terluka.

“Ada beberapa penyebab inner child di dalam diri terluka seperti pengabaian, konflik dengan keluarga, perundungan atau bullying, kekerasan fisik, emosional dan seksual, serta kehilangan orang tua atau wali terdekat,” katanya.

Dikatakan, salah satu ciri inner child di dalam diri sedang terluka adalah cara pandang terhadap dunia yang merasa bahwa dunia bukan tempat yang aman. Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah perfeksionis, takut ditinggalkan, sering merasa cemas, sering merasa bersalah, selalu mengkritik diri sendiri, susah move on dari orang lain, merasa ada yang salah dengan diri, sering menaruh curiga kepada orang lain, selalu berusaha menyenangkan orang lain, selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan, dan berusaha menghindari konflik.

“Inner child yang terluka ini dapat juga mempengaruhi pola asuh pada anak. Orang tua yang inner child nya terluka akan mengalami kesulitan ketika berinteraksi dengan anak atau susah dekat dengan anak, dan mungkin akan menjadi toxic parent,” kata Rizqina.

Menurutnya, ada dua cara untuk mengatasi inner child yaitu pahami bahwa semua orang memiliki inner child dan kenali inner child yang dimiliki. 

“Coba untuk terhubung dengan inner child. Caranya yaitu bisa dengan berdialog, menulis surat untuknya, relaksasi atau meditasi, katakana kata-kata positif, atau pikirkan dan tulis apa yang kita sukai ketika masih kecil,” kata Rizqina.

Co-founder Ruang Mekar Azlia ini  mengatakan, ada juga inner child positif yang merupakan kebalikan dari inner child negatif, dimana adanya pengalaman aman atau menyenangkan yang didapatkan saat kecil dari orang tua. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.