Pagelaran Wayang Warnai Puncak Sedekah Bumi Desa Kawal Kali Kendal Surabaya

Rudy Hartono - 29 July 2024
Ketua RW 2 Desa Kawal Kali Kendal menyerahkan trophy kepada warganya yang memenangkan berbagai lomba sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, Minggu (28/7/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Gelaran wayang kulit semarakkan puncak sedekah bumi di RW 2 Desa Kawal Kali Kendal Surabaya, Minggu (28/7/2024).

Acara pun berlangsung meriah. Diawali dengan alunan musik campursari dan dilanjutkan pertunjukan wayang oleh Drs. S Budianto atau biasa disebut Ki Punjul Laras.

Lakon yang dibawakan juga penuh nilai kehidupan. Budianto menjelaskan, malam ini ia membawa cerita “Aji Brojo Dento” atau yang biasa disebut Norosumo (Narasuma). Tokoh pewayangan yang tak terkalahkan dan mengorbankan jiwanya untuk kebenaran.

“Dalam cerita, Norosumo pada saat itu masih muda, melakukan pertapaan untuk mencapai Wahyu aji brojodento itu dimana norosumo tidak akan pernah gugur karena bisa menjadi 1000 muka,” ujarnya.

Diceritakan, dalam perang Baratayuda, Norosumo menjadi bagian dari Kurawa. Tapi, Norosumo tahu bahwa Pandawa berada di pihak yang benar. Saat diperintahkan sebagai panglima perang, di medan laga ia melepas kesaktiannya dan ikhlas terbunuh oleh satria pandawa. Dengan kematiannya, berangsur-angsur Kurawa kalah dan rakyat Sejahtera dibawah kepemimpinan Pandawa.

Mengambil hikmah atau menarik relevansi kisah itu dengan situasis saat ini, menurut Ki Punjul, sosok Norosumo, layaknya pejabat yang patuh, disiplin, tapi menjunjung nilai kebenaran dan berpihak pada rakyatnya.

“Relevansi nya dengan masa sekarang itu seorang pejabat itu harus punya sifat yang adil, semuanya dirangkul, baik dari kalangan yang banyak kesalahan maupun yang punya kebenaran harus dilindungi semua,” terangnya.

Adapun, sedekah bumi diawali dengan kirab dan karnaval, lalu dilanjutkan pertunjukan wayang yang digelar sehari penuh.

Ketua Panitia Choirul Umam menjelaskan, kegiatan rutin tahunan tersebut merupakan bentuk syukur dan penghormatan pada jasa leluhur yang sudah menjaga kampung Kawal Kali Kendal.

“Harapan di sedekah bumi agar diberi keselamatan untuk warga RW 2. Sebelum kirab juga kami ke punden dulu untuk minta izin,” ujarnya.

Penetapan tanggalnya juga tak sembarangan. Pria yang akrab disapa Abah Choirul itu menuturkan, penetapan tersebut diambil dari pergitungan hari baik sesuai kalender jawa.

“Penetapan tanggalnya itu di tanggal 28 itu puncak wayangnya, Minggu legi ini adalah hari yang baik,” sebutnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.