Orang Tua Wajib Kawal Karakter Anak Era Digital Cegah Konten Negatif

Rudy Hartono - 24 November 2024
Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri saat memberikan edukasi Parenting di Balai Desa Pepelegi Waru Sidoarjo, dalam acara TK ABA V Pepelegi Waru, Sabtu (23/11/2024). (foto:rri)

SR, Surabaya – Peran orang tua dalam membentuk karakter anak semakin penting di era digital. Pesatnya perkembangan teknologi membuat anak-anak rentan terhadap konten negatif seperti pornografi dan judi online.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Syaiful Bachri, menegaskan pentingnya perhatian penuh orang tua. “Hadir bukan sekadar fisik, tapi dengan perhatian, kasih sayang, dan ikatan emosional yang kuat,” ujarnya, Sabtu (23/11/2024).

Ia menyampaikan hal ini dalam Edukasi Parenting bertema “Mendidik Generasi Emas Tanpa Cemas” di TK Aisyiyah Bustanul Athfal V, Sidoarjo. Acara tersebut dihadiri wali murid untuk meningkatkan pemahaman peran keluarga dalam pendidikan anak.

Syaiful memaparkan data peningkatan kasus bullying di Surabaya yang mencapai 20 persen. “Bullying bahkan sudah terjadi di tingkat TK, melibatkan anak-anak yang kurang memahami empati,” jelasnya.

Ia menegaskan, semua pihak bertanggung jawab mencegah perilaku bullying di lingkungan anak. “Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga orang tua di rumah,” tambahnya.

Kerja sama antara orang tua dan sekolah dianggap kunci pembentukan karakter anak yang bertanggung jawab. Anak perlu diajarkan empati, toleransi, dan kasih sayang sejak dini.

Syaiful menyoroti keluarga tidak harmonis sebagai salah satu faktor anak menjadi pelaku bullying. “Kurangnya kasih sayang di rumah memengaruhi perilaku anak terhadap lingkungan sosialnya,” katanya.

Dengan sinergi, orang tua dan sekolah dapat meminimalkan risiko anak terpapar pengaruh negatif. “Anak perlu merasa diperhatikan, agar tidak mencari validasi di tempat yang salah,” tegasnya.

Edukasi parenting semacam ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peran aktif keluarga. Syaiful mengajak wali murid lebih peka terhadap kondisi psikologis anak di era modern.

Ia berharap edukasi tentang pengasuhan terus ditingkatkan di berbagai komunitas dan sekolah. “Semua pihak harus bersinergi untuk menciptakan generasi emas yang berkualitas,” tutupnya. (*/rri/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.