Operasi Ofensif, Ratusan Motor Balap Liar Diamankan Polisi

Rudy Hartono - 21 February 2026
Aparat Satlantas Polresta Sidoarjo menggelar operasi besar penertiban balap liar di kawasan Jalan Arteri Porong, Kabupaten Sidoarjo. (foto: rri)

SR,Sidoarjo – Aparat Satlantas Polresta Sidoarjo menggelar operasi besar penertiban balap liar di kawasan Jalan Arteri Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (20/2/2026) pagi tadi. Dalam razia tersebut, sekitar 300 sepeda motor beserta pengendaranya berhasil diamankan.

Operasi dilakukan menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait maraknya aksi balap liar, terutama selama Ramadan. Aktivitas tersebut dinilai mengganggu ketenangan warga yang menjalankan ibadah sekaligus membahayakan pengguna jalan karena berlangsung di jalur utama dengan arus lalu lintas padat.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra, mengatakan penindakan dilakukan secara terencana setelah pihaknya menerima sejumlah laporan dari warga.

“Kami menerima banyak aduan terkait balap liar di kawasan Porong. Pagi ini kami lakukan penindakan dan mengamankan kurang lebih 300 kendaraan beserta pengendaranya,” ujarnya.

Petugas melakukan penyekatan di beberapa titik strategis guna mencegah peserta maupun penonton melarikan diri. Seluruh akses keluar-masuk lokasi sempat ditutup menggunakan kendaraan dinas berukuran besar, sehingga para remaja tidak dapat kabur dari lokasi.

Setelah diamankan, para pengendara langsung didata dan kendaraannya dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memberikan sanksi tilang serta memanggil orang tua masing-masing remaja sebagai bentuk pembinaan.

“Kami tidak hanya menilang, tetapi juga memanggil orang tua mereka agar ada pengawasan lebih ketat di rumah. Kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi standar wajib dikembalikan ke kondisi semula sebelum bisa diambil,” tegas Yudhi.

Berdasarkan pendataan sementara, mayoritas peserta balap liar berasal dari wilayah Sidoarjo. Namun, terdapat pula remaja dari luar daerah seperti Surabaya, Pasuruan, dan Mojosari. Sebagian besar sepeda motor yang diamankan telah dimodifikasi ekstrem, termasuk penggunaan knalpot brong dan perubahan komponen yang tidak sesuai standar keselamatan.

Salah seorang warga sekitar, Soleh (55), mengaku lega dengan adanya operasi tersebut. Ia menyebut aksi balap liar kerap terjadi dan melibatkan rombongan besar remaja. “Kalau mereka sudah mulai balapan, jalan bisa tertutup total. Pengendara lain tidak berani lewat karena takut tertabrak. Kami sangat terganggu,” katanya.

Polisi memastikan patroli dan pengawasan di kawasan rawan balap liar akan terus ditingkatkan selama Ramadan. Masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan aktivitas serupa agar dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.  (*/rri/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.