OJK Telah Bekukan 168 Fintech

Yovie Wicaksono - 28 April 2019
Forum Komunikasi OJK, Minggu (28/4/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejak 8 April 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membekukan 168 Fintech Ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Per 8 April 2019, terdapat 105 perusahaan Fintech peer to peer lending yang berijin dan terdaftar di OJK. Kami menghimbau kepada masyarakat yang melaksanakan transaksi dengan perusahaan Fintech Online memastikan bahwa perusahaan tersebut memang terdaftar di OJK,” ujar Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto, Minggu (28/4/2019).

Jika memerlukan Fintech, Bambang meminta masyarakat untuk mengecek dan memastikan terlebih dahulu bahwa perusahaan Fintech tersebut sudah terdaftar di OJK atau belum.

Disamping itu, ia juga menyampaikan pesan kepada para calon nasabah agar selalu berhati-hati terhadap penawaran investasi yang diduga tidak terdaftar dan tidak berizin.

Saat ini, Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan telah melakukan upaya tindakan preventif berupa sosialisasi, edukasi, dan koordinasi agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal.

“OJK Kediri bersama dengan aparatur pemerintahan di daerah yang tergabung dalam tim kerja waspada investasi, terbuka dalam menerima informasi apabila terdapat lembaga yang menawarkan investasi Ilegal,” imbuhnya.

Diketahui jumlah pengaduan konsumen yang diterima oleh OJK Kediri sampai dengan 31 Maret 2019 sebanyak 456 pengaduan. Bentuk pengaduan bisa berupa surat maupun pihak yang mengadu datang langsung ke kantor OJK.

Dari sekian banyak pengaduan yang diterima, sebanyak 286 diantaranya pengaduan mengenai permasalahan perbankan, diikuti dengan permasalahan pembiayaan dan lainnya sebanyak 65 pengaduan. Namun sejauh ini, pihak OJK Kediri belum menerima adanya pengaduan dari masyarakat terkait Fintech. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.