Nuansa Jawa Warnai Jalan Salib di Gereja Santo Vincentius A Paulo Surabaya
Yesus ditangkap oleh serdadu Romawi sesaat setelah Yesus berdoa di taman Getsemani. Diperlakukan kasar, Yesus berdoa agar segala dosa dosa serdadu tersebut diampuni. Bagian drama Jalan Salib di Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo, Jalan Widodaren 15, Surabaya, Jumat (18/4/2025). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Yesus juga dicambuk oleh dua algojo di kanan dan kiri secara bergantian. Cambuk tersebut terbuat dari potongan tulang dan besi, sehingga tubuh Yesus pun bercucuran darah. Bagian drama Jalan Salib di Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo, Jalan Widodaren 15, Surabaya, Jumat (18/4/2025). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Pemeran Yesus menampilkan kisah Sang Juru Penyelamat ketika dalan derita memikul salib di Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo, Jalan Widodaren 15, Surabaya, Jumat (18/4/2025). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Setelah ditangkap, Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan disalib. Kedua kaki dan tangan dipaku diantara tiang salib. Dia pun dipaksa mengenakan mahkota yang terbuat dari duri dan besi yang tajam. Hukuman ini dijatuhkan atas perintah Pontius Pilatus, seorang gubernur Kerajaan Romawi. (foto:niken oktavia/superradio.id)
Yesus diturunkan dari salib oleh para murid ketika Yesus telah menghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan di sebuah taman. Bagian drama Jalan Salib di Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo, Jalan Widodaren 15, Surabaya, Jumat (18/4/2025). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Visualisasi jalan salib membuat ratusan umat mendalami kisah sengsara Yesus di Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo, Jalan Widodaren 15, Surabaya, Jumat (18/4/2025). Adegan penyiksaan dan penyaliban Yesus mengundang kepedihan, beberapa jemaat meneteskan air mata. (foto:niken oktavia/superradio.id)
SR, Surabaya – Perayaan Jumat Agung yang unik di Gereja Katolik Santo Vincentius a Paulo, Jalan Widodaren 15, Surabaya, Jumat (18/4/2025). Panitia menampilkan visualisasi jalan salib bernuansa budaya Jawa.
Para pemeran tampil dengan busana khas Jawa seperti kebaya, batik, beskap, hingga udeng, menghadirkan perpaduan spiritualitas Kristiani dan kearifan lokal.
Drama jalan salib mengisahkan detik-detik penangkapan Yesus usai berdoa di taman Getsemani, penyiksaan dengan cambuk dan dimahkotai duri oleh serdadu Romawi, kemudian dihukum mati dengan disalib, hingga pemakaman Yesus.
Penampilan drama ini melibatkan 40 aktor lintas agama yang berasal dari Orang Muda Katolik (OMK), komunitas lintas iman, dan berbagai komunitas seni lainnya. Persiapan dilakukan selama tiga minggu penuh latihan intensif. (nio/red)
Tags: Budaya jawa, gereja santo vincentius a laulo, jalan salib, jumat agung, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





