Norma Yunita Ingatkan Pentingnya Gerakan Tengok Tetangga

Yovie Wicaksono - 16 October 2021
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Norma Yunita saat Reses di RW 7 Kelurahan Kapasari, Genteng, Surabaya pada Jumat (25/10/2021) malam. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Norma Yunita menggelar kegiatan Reses di RW 7 Kelurahan Kapasari, Genteng, Surabaya pada Jumat (25/10/2021) malam. 

Pada pertemuan yang dihadiri oleh sekira 60 warga, baik secara langsung maupun daring tersebut, dirinya mensosialisasikan pentingnya keeratan antar warga, terlebih saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Ia mencontohkan, pada kondisi warga yang sedang menjalani karantina mandiri, ataupun ketika melihat ada tetangga yang memiliki ciri-ciri menjadi korban KDRT, diharapkan muncul kepedulian untuk menengok, memberi dukungan, hingga membuat laporan ke Ketua RT agar bisa ditindak lanjuti. 

“Saya harapkan ibu-ibu ini lebih aktif ya, jadi ada gerakan tengok tetangga. Saya pernah dapat laporan dari warga, ada pencurian, tetangganya ini yang mengalami kesulitan, misalkan sakit tapi tidak ada intervensi dari tetangganya. Di Surabaya ini kan sudah maju ya, semua fasilitas sudah ada jadi walaupun kita gak berani lapor RT, kita bisa telpon 112,” ujar Norma Yunita.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerima beberapa aspirasi dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Kusiyah, seorang ibu rumah tangga yang memiliki keponakan yatim piatu dan tidak sekolah karena terkendala biaya.

“Saya punya keponakan yang sudah yatim piatu, itu anaknya mau sekolah, perlu bantuan biaya untuk sekolah di SD. Kemarin terlambat waktu daftar, kemudian gak bisa jadi ditunda tahun depan,” ucap Kusiyah.

Mengetahui hal tersebut, Norma mengatakan akan segera menindak lanjuti agar sang anak bisa melanjutkan pendidikannya dan belajar dengan nyaman. 

“Untuk yatim piatu yang mau sekolah insyaAllah nanti saya serap. Kalaupun memang bisa masuk swasta saya usahakan masuk swasta, kalau mau masuk sekolah negeri, berarti nunggu tahun depan,” jelas Norma.

Norma mengatakan, dirinya juga akan membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi namun belum terdaftar menjadi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

“Kalau anaknya ingin sekolah tapi orang tua nya kesulitan biaya dan belum masuk MBR, nanti insyaAllah dari keluarganya saya masukan MBR dulu supaya dapat bantuan. Nanti saya minta data KTP dan KK nya,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.