Natal Berbudaya: Lukisan Yesus dalam Perspektif Lintas Agama
Para seniman Lukis lintas agama tengah menyelesaikan karya lukisnya yang akan dipamerkan saat misa natal di Gereja Santo Yakobus Surabaya, Rabu (25/12/2024). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Beberapa jemaat melihat langsung karya pelukis beragama Hindu I Ketut Gede Susila Widiastra bersama karya seninya berjudul "Harmoni dan Cahaya Hati" saat perayaan Natal di Gereja Santo Yakobus Surabaya, Rabu (25/12/2024). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Pelukis Supaat Margi menyelesaikan karya lukis berjudul "Potret Yesus Sebagai Raja", lukisan dalam perspektif seniman muslim saat perayaan Natal di Gereja Santo Yakobus, Surabaya, Rabu (25/12/2024). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Seniman lukis dan Penghayat Kepercayaan, Djagad Ngadianto, bersama lukisannya berjudul “Sang Pamarta” di Gereja Santo Yakobus, Surabaya, Rabu (25/12/2024). (foto:niken oktavia/superradio.id)
Para jemaat yang mengikuti misa Natal mengagumi karya-karya seni lukis yang berjejer dan dibuat secara on the spot oleh para pelukis lintas agama saat perayaan Natal di Gereja Santo Yakobus Surabaya, Rabu (25/12/2024). (foto:niken oktavia/superradio.id)
SR, Surabaya – Tak hanya menjadi momen penuh sukacita bagi umat kristiani, perayaan Natal 2024 di Gereja Santo Yakobus, Surabaya, membawa semangat toleransi melalui kolaborasi seni lintas budaya dan agama. Gereja ini menghadirkan tujuh pelukis lintas agama dan budaya yang tampil on the spot, Rabu (25/12/2024).
Adapun seniman dan budayawan yang berpartisipasi di acara itu, di antaranya, I Ketut Gede Susila Widiastra, pelukis Hindu; Djagad Ngadianto, seniman penghayat kepercayaan; pelukis Supaat Margi dengan karyanya “Potret Yesus Sebagai Raja; pelukis Desemba S Titaheluw dengan judul “Yesus Berdoa di Situasi Dunia sedang Tak Baik-baik Saja); pelukis Buggy Budijanto dengan karya “Ragam Kupu Kupu di gereja Santo Yakobus”; pelukis Kak Herry dengan karya “Umat dan Gereja Santo Yakobus diangkat ke Surga”; dan pelukis Hongky Zein dengan karya “Sketsa Perayaan Natal 2024 di Santo Yakobus”.
Ketut menghadirkan sebuah lukisan berjudul “Harmoni dan Cahaya Hati”. Karya ini menggambarkan Yesus berdampingan dengan Barong, simbol energi positif, dan Rangda, simbol energi negatif dalam mitologi Hindu Bali. “Karena saya hadir sebagai umat Hindu, saya menggabungkan unsur nasrani dan Hindu, menunjukkan bahwa harmoni adalah kunci. Jangan takut toleransi,” papar Ketut kepada superradio.id
Sementara itu, Djagad Ngadianto membawa elemen budaya Jawa ke dalam perayaan ini dengan lukisan berjudul “Sang Pamarta”. Karya ini menggambarkan potret Yesus dalam wujud wayang, memadukan akulturasi budaya Jawa dan nilai-nilai Kristiani.
“Karya ini terinspirasi oleh wayang wahyu, media dakwah kristiani pada zaman dahulu,” terang Djagad. Ia mengaku sangat bahagia diundang meramaikan acara Natal, untuk berbagi pesan toleransi melalui seni.
Ketua Panitia Natal 2024, Hendra Wijaya, mengaku kolaborasi dengan seniman lintas agama ini kali pertama dilakukan. Sebelumnya kerjasama lintas agama sering dalam bentuk keamanan dan ketertiban. “Ini bentuk kerja sama yang baru antara gereja dengan komunitas seniman lintas agama di Surabaya. Harapannya semoga kita semakin guyub rukun tak terbatas dengan agama,” kata Hendra. (nio/red)
Tags: gereja santo yakobus, lintas agama, lukisan, natal, superradio.id, surabaya, yesus
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





