Muhammadiyah Surprise PDI Perjuangan Jatim Tingkatkan Sumbangan Sapi Kurban

Rudy Hartono - 27 May 2026
Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono., M.M (kanan) menerima penyerahan dua hewan kurban yang diserakan pengurus Bamusi PDI Perjuangan Jatim, Selasa (26/5/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dalam menyerahkan hewan kurban setiap tahunnya.

Pada Idul Adha kali ini, apresiasi tersebut semakin menguat seiring dengan meningkatnya jumlah bantuan yang diberikan oleh partai tersebut.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono., M.M, menyatakan rasa syukurnya atas pemberian dua ekor sapi kurban yang diserahkan melalui Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Menurutnya penyerahan hewan kurban ini merupakan simbol nyata dari jalinan silaturahmi yang sudah sangat erat antara Muhammadiyah dan PDI Perjuangan.

“Saya kira memang harus selalu kita lakukan dan alhamdulillah kita bersyukur. Inilah secara nasional saya kira hubungan antara PDI-P dengan Muhammadiyah sudah terjalin sangat erat,” tuturnya saat menerima hewan kurban, Selasa (26/5/2026).

Ia secara khusus menyoroti adanya peningkatan jumlah bantuan, yang pada tahun-tahun sebelumnya berjumlah satu ekor sapi kini menjadi dua ekor sapi. Menurutnya, hal ini memiliki makna spiritual yang penting mengenai perkembangan nilai-nilai keagamaan di dalam internal partai.

Peningkatan jumlah hewan kurban ini, lanjutnya, menjadi indikator bahwa komitmen keislaman para kader PDI Perjuangan semakin bagus. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai berbagi dan ibadah kurban telah terinternalisasi dengan baik di kalangan anggota partai.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono., M.M (kanan) saat dijumpai usai penyerahan hewan kurban oleh PDI Perjuangan Jatim, Selasa (26/5/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

“Kami bersyukur atas keberkahannya yang luar biasa. Artinya, kader-kader PDI dan komitmen keislamannya semakin lama semakin bagus karena sebagian rezeki yang dimiliki diinfakkan dalam bentuk hewan kurban,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya silaturahmi dalam bentuk simbolik seperti ini untuk memperkuat ukhuwah antara organisasi keagamaan dan partai politik. Hubungan erat ini dipandang sebagai modal sosial yang besar bagi pembangunan masyarakat di Jawa Timur secara luas.

Selain aspek ibadah, Sukadiono juga menyebut adanya ikatan emosional historis yang kuat, mengingat Bung Karno merupakan tokoh nasionalis yang juga merupakan kader kebanggaan persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini membuat hubungan kedua belah pihak terasa seperti hubungan kekeluargaan.

Pihaknya pun berharap, semangat kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh PDI Perjuangan Jatim melalui kegiatan Idul Adha ini dapat terus berlanjut dan bahkan meningkat di masa mendatang.

“Sinergi ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan melalui distribusi daging kurban yang tepat sasaran,” jelasnya.

Sekadar informasi, PW Muhammadiyah merupakan satu dari berbagai organisasi yang dititipi hewan kurban oleh PDI Perjuangan Jatim. Bukan tanpa alasan, sebab partai nasionalis itu ingin Idul Adha bisa dirayakan semua golongan masyarakat, termasuk wong cilik di pelosok. (hk/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.