Mudik ke Malang, Paiman Jalan Kaki dari Gresik Malah Dipalak di Surabaya
SR, Surabaya – Ada cerita haru sepanjang berlangsungnya Posko Mudik Lebaran PDI Perjuangan. Posko di depan area Pasar Turi Surabaya membuka banyak harapan untuk masyarakat bisa pulang kampung. Salah satunya Paiman Budi Prasetyo (56) warga Kabupaten Malang yang datang ke posko, Jumat (20/3/2026)
Paiman bercerita, kisah pilunya bermula di Semarang, tempat ia bekerja sebagai buruh proyek. Ia mengalami banyak hal naas lantaran kecelakaan kerja, tak mengantongi upah hingga jadi korban pemalakan saat hendak pulang kampung ke Malang.
Kecelakaan kerja terjadi saat ia sedang mengecat tembok. Perancah (scaffolding) tempatnya bekerja ambruk, membuat dirinya dan tiga teman lainnya terjatuh dari lantai dua. Paiman harus menjalani perawatan selama satu bulan di rumah sakit karena kakinya patah.
Ibarat jatuh tertimpa tangga. Paiman tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang semestinya, lantaran mandor yang mempekerjakannya kabur membawa serta gaji miliknya. Untungnya pihak RS berbaik hati. Rela memberikan uang bantuan untuk perjalanan mudik. “Pihak rumah sakit kasihan sama saya akhirnya dikasih uang Rp250.000. Habis itu saya gak punya uang, saya berhenti jalan,” kenang Pak Paiman.
Meski dapat bantuan, uang yang diberi hanya cukup mengantarnya sampai Kabupaten Gresik. Alhasil Ayah 4 anak ini nekat. Memilih jalan kaki seharian menuju Surabaya demi menghemat ongkos pulang.
Sayangnya, baru saja menginjakkan kaki di Kota Pahlawan, Paiman malah dipalak preman di jembatan sekitar Surabaya. Tas, uang, dan sebagian bajunya raib. Menyisakan handuk, KTP, dan kaos putih serta celana panjang hitam yang ia pakai.

Namun dengan sisa tenaga, ia tetap berjalan. Bengkak di kakinya tak sebesar kerinduannya pada keluarga di kampung halaman. “Tadi jalannya dari Gresik, pokoknya yang penting saya jalan lihat. Oh, ini mau ke Malang terus ini mau ke mana? Ke jalan jalan, itu jalan mau apa gini. Terus ada stasiun itu masih jauh saya jalan. Terus setelah malamnya itu saya itu dipalak sama orang jalanan,” sebutnya.
Beruntung di perjalanan ia bertemu seorang tukang becak Madura. Memberinya kantong kresek untuk wadah barang, dan menyarankannya ke Posko Mudik PDI Perjuangan. “Jadi dari Gresik agak siangan, sampai ke Surabaya pagi. Saya waktu ke sini minta bantuan untuk ganti apa perban. Wih, bengkak ini, lubang jahitan ini enam sama ini enam jahitan masih ada benangnya gitu,” ucapnya sambil menunjukan luka yang dialami.
Setibanya di posko, Paiman langsung disambut petugas dengan ramah. Perban di kakinya yang bengkak segera diganti. Dipersilahkan istirahat di tenda posko dan diberi cemilan serta minuman.
Tak hanya itu, salah satu pengurus PDI Perjuangan juga hadir memberi santunan. Petugas posko pun sigap mengantar hingga ke terminal Purabaya Bungurasih untuk Paiman melanjutkan perjalanan ke Dampit, Malang, Jawa Timur. “Insyaallah ini nanti saya ke Bungurasih diantar sama ambulans PDI Perjuangan. Ini aja keluarga belum tahu kalau saya sudah pulang, anak saya empat masih sekolah semua,” jelasnya.
Hal ini sangat ia syukuri. Paiman berkali-kali mengucap terima kasih. Baru kali ini ia merasakan aksi nyata kehadiran partai politik untuk masyarakat. Posko mudik itu betul-betul menjadi penyelamatnya di tengah linglung dan rasa putus asa. “Alhamdulillah. Ini PDI perjuangan saat ini memang dia benar-benar membantu orang-orang yang terlantar yang susah yang sakit,” terangnya.
Ia pun berharap partai Soekarnois tersebut terus membersamai rakyat kecil dan terus ada untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. “Insyaallah ini nanti kalau bisa PDI Perjuangan ini harus terpilih. Semoga PDI Perjuangan ini terus melanjutkan apa peningkatannya, peduli ke rakyat kecil,” tuturnya.
Sementara itu, Petugas Posko Sigit Dewantoro membenarkan pernyataan Paiman. mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menangani luka Pak Paiman yang kembali berdarah sebelum mengantarkannya melanjutkan perjalanan. “Memang tugas partai itu harus siap kapan saja dibutuhkan untuk melayani masyarakat,” jelasnya. (hk/red)
Tags: Paiman, pdip, posko mudik, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





