Meriahkan HUT RI dengan Permainan Tradisional 

Yovie Wicaksono - 18 August 2019
Tiga anak mengikuti perlombaan egrang bambu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Indonesia, Minggu (18/8/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Raut keceriaan tergambar di wajah anak-anak yang berkumpul bersama di lapangan RW 11, Jalan Simpang Darmo Permai Selatan, Surabaya, pada Minggu (18/8/2019).

Mereka berteriak sambil saling tarik menarik seutas tali tampar dalam permainan tarik tambang, yang menjadi salah satu perlombaan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Indonesia, yang terkhusus untuk bapak-bapak di wilayah setempat.

Anak-anak tersebut juga mengikuti berbagai jenis perlombaan, seperti egrang bambu, balap karung, gigit koin, jaga daratan, sepeda hias, dan lomba kelereng.

Selain untuk anak-anak, perlombaan ini juga melibatkan orang dewasa, seperti lomba bulldozer untuk ibu-ibu dan tarik tambang untuk bapak-bapak.

Salah satu anak yang turut dalam perlombaan tersebut, Ras Jadif Syahrijal (10) mengaku senang, terlebih ia dapat bermain bersama dengan anak-anak lainnya.

“Senang karena kan jarang, hanya setahun sekali. Banyak yang keluar rumah juga, jadi banyak teman. Biasanya kalau sore main keluar rumah temannya cuma empat orang saja,” ujar siswa kelas 5 Sekolah Dasar ini.

Dari sekian banyak permainan yang dilombakan, Ras mengaku tertarik dengan egrang bambu, terlebih ia berhasil saat pertama kali mencobanya. “Egrang bambu, baru pertama kali coba tapi langsung bisa,” imbuhnya sambil tersenyum bangga.

Bagi Ras, permainan tradisional lebih menyenangkan daripada gadget, karena ia lebih bisa banyak bergerak. “Lebih suka main tradisional, karena lebih aktif bisa banyak gerak, lebih seru juga,” imbuhnya.

Hal tersebut juga didukung oleh Ayahanda Ras, Beni Alansyah. Menurutnya, melalui permainan tradisional anak-anak dapat berinteraksi dan belajar bekerjasama untuk membangun hubungan dengan sesama.

“Era sekarang gadget juga perlu, namun saya membatasi penggunaannya dan saya alihkan dengan mengajak anak bermain bersama, seperti saat ini, saya mengajak mereka untuk ikut dalam berbagai perlombaan disini,” ujar Beni.

Ketua RW 11, Mudzakir (63) mengatakan, acara ini melibatkan 4 RT, yakni RT 1 hingga RT 4, mulai Jalan Simpang Darmo Permai Selatan gang 15 sampai gang 22 dengan dibantu Karang Taruna RW 11 serta Kampoeng Dolanan.

Mudzakir mengatakan, pihaknya ingin mengangkat budaya tradisional melalui berbagai jenis perlombaan ini.

“Kita ingin mengangkat budaya melalui permainan tradisional yang dilombakan. Disana ada semangat kompetisi, disiplin, kerjasama tinggi juga,” ujar Mudzakir.

Founder Kampoeng Dolanan, Mustofa Sam mengatakan, acara ini juga menjadi bagian dari Kampoeng Dolanan Road Show yang digelar pada 15-18 Agustus 2019 di Surabaya dan Gresik.

“Ini juga bagian dari Kampoeng Dolanan Road Show, berupa Sambang Kampung. Disini kami mengenalkan berbagai permainan tradisional kepada anak-anak,” ujar pria yang kerap disapa Cak Mus ini. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.