Meriah Kenduri Disabilitas 2025, Ruang Ekspresif Tanpa Sekat di Tunjungan

Yovie Wicaksono - 14 December 2025
Para pemain sepak bola amputasi mengenakan tongkat penyangga unjuk kebolehan di Kenduri Disabilitas 2025 di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (14/12/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Koalisi Disabilitas Jawa Timur menyelenggarakan Kenduri Disabilitas 2025 di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (14/12/2025). Raut gembira pun tak terbendung. Acara berlangsung meriah. Dihadiri sekira 27-28 organisasi dengan total ratusan peserta.

Kegiatan yang ditujukan untuk merayakan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Hak Asasi Manusia itu tampak sukses menjadi ruang ekspresi dan unjuk bakat kawan-kawan disabilitas.

Dua pengunjung car free day mencoba social experiment, berjalan dengan mata tertutup seolah menjadi penyandang disabilitas netra, di Kenduri Disabilitas 2025 di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (14/12/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Diwarnai pertunjukan tari remo, potong tumpeng, pertunjukan sepak bola amputasi, stand up comedy disabilitas, dance, hingga pijat refleksi gratis untuk peserta car free day (CFD) Jalan Tunjungan.

Tak hanya itu, acara juga makin meriah ketika eksperimen sosial dilakukan. Dimana peserta diajak merasakan menjadi disabilitas netra. Memakai penutup mata dan berusaha berjalan lurus menggunakan tongkat tanpa tertabrak. “Ternyata gak gampang jadi disabilitas, kalau gak ada alat bantu susah juga,” ucap Mauliyana, peserta CFD yang mencoba social experiment.

Penampilan standup comedy disabilitas tuli didampangi juru bahasa isyarat di Kenduri Disabilitas 2025 di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (14/12/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Koordinator Koalisi Disabilitas Jawa Timur Abdul Majid menyebut, tujuan kegiatan guna meningkatkan kepedulian dan awareness masyarakat. Mewujudkan Jatim yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Hari ini koalisi disabilitas jawa timur, kita memperingati keduanya karena kita ingin jawa timur ramah disabilitas, inklusif, sejahtera. Difabel juga sehat,” ujarnya saat ditemui di sela acara.

Pertunjukan tari remo membuka gelaran Kenduri Disabilitas 2025 di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (14/12/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Selain Kenduri, pihaknya bersama DPRD Jatim juga tengah mengadvokasi revisi Perda Provinsi Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas yang dianggap kadaluarsa. Hal ini guna mewujudkan aksesibilitas, pendidikan inklusif, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial yang lebih relevan dengan paradigma HAM saat ini.

“Saat ini kami sedang mengadvokasi Perda disabilitas yang kadaluarsa. Puluhan organisasi disabilitas tergabung di koalisi disabilitas Jatim,” sebutnya.

Koordinator Koalisi Disabilitas Jawa Timur Abdul Majid (2 dari kiri) dampingi Direktur Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinsos Jatim (GADISku) Edy Cahyono (tengah) membagikan potongan nasi tumpeng kepada salah seorang disabilitas di Kenduri Disabilitas 2025 di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (14/12/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Hal serupa disampaikan Direktur Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinsos Jatim (GADISku) Edy Cahyono. Sebagai lembaga yang turut membangun kemandirian disabilitas, pihaknya sangat mendukung dan memberi akses agar para disabilitas/difabel mendapatkan hak yang sama sebagai manusia.

Pihaknya pun selalu mengkampanyekan inklusifitas dan mendorong kesetaraan untuk para disabilitas. “Kita sepakati bersama koalisi disabilitas jatim kita adakan syukuran dalam bentuk kenduri inklusif. Kita kampanyekan agar semua tahu keberadaan disabilitas dan jangan dipandang sebelah mata. Karena mereka juga mampu dan bisa setara,” pungkasnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.