Mengenal Kampung Lawas Ketandan di Pusat Kota Surabaya

Yovie Wicaksono - 25 July 2023

SR, Surabaya – Kampung Lawas Ketandan yang berlokasi di kawasan pusat bisnis kota Surabaya, menyimpan kekayaan heritage yang sampai sekarang masih terawat dengan baik.

Di dalam kampung yang berada di Jalan Tunjungan Kecamatan Genteng itu, terdapat makam tua yang diyakini masyarakat sebagai tempat persemayaman terakhir sosok tokoh “babat alas” Kampung Ketandan, yakni Mbah Buyut Tondo.

Area pemakaman itu cukup luas dengan suasana yang sejuk. Terdapat pohon beringin yang diduga umurnya lebih tua dari usia makam. Pintu masuknya menyerupai gapura di jaman Majapahit, yang temboknya terbuat dari susunan batu bata merah.

Sampai sekarang, makam Mbah Buyut Tondo, kerap menjadi tujuan ziarah religi, salah satunya saat memperingati 1 Suro atau tahun baru Islam dalam kalender Hijriah.

“Dari cerita turun-temurun makam Mbah Buyut Tondo sudah ada sebelum kawasan ini jadi pemukiman. Dulu ini kawasan Bong (kuburan Cina),” ujar Mbah Man warga setempat.

Lebih lanjut, Mbah Mar mengatakan, makam Mbah Buyut Tondo tidak mempunyai juru kunci. “Jadi yang merawat ya warga sini. Ada 4 sampai 5 orang termasuk saya yang rutin merawat. Tahun lalu di bantu Pak Anas (anggota DPRD Kota Surabaya) untuk pemasangan lantai porselen agar terlihat lebih rapi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno mengapresiasi kepedulian warga Kampung Ketandan untuk merawat makam Mbah Buyut Tondo.

“Makam ini warisan heritage, sebagai kearifan budaya lokal yang sudah sepatutnya kita rawat sebaik-baiknya,” ujar Anas.

Ia menambahkan, Kampung Ketandan mempunyai potensi wisata heritage yang bisa dikembangkan. Apalagi lokasinya dikawasan Jalan Tunjungan yang sekarang sudah menjadi ikon wisata Surabaya.

“Disini ada Masjid An Nur yang dibangun tahun 1915. Sebelumnya adalah langgar, yang kemudian diperluas menjadi masjid. Kemudian ada balai Cak Markeso yang menyerupai pendopo, sehingga mempercantik kampung Ketandan,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Anas, potensi wisata itu perlu mendapatkan penataan serius dari pemerintah kota. “Bagaimana menambah daya tarik aset-aset wisatanya, termasuk UMKM-nya. Kemudian dibarengi dengan promosi secara luas lewat berbagai cara, diantaranya media sosial,” pungkasnya. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.